itu postingan ke 101 sebenarnya, tapi jadi postingan ke 100 yang saya tandai. Nggak nyangka bisa setahan ini saya mengisi blog sampai postingan ke 100. Masih dikit sih kalau menurut itung-itungan blogger profesional. Angka 100 itu belum apa-apa. Masih belum bisa dibilang mampu memanfaatkan banyak hal untuk jadi bahan cerita. Aha! tidak mengapa. Saya nggak kejar target kok. Lagipula, saya bukan tipe blogger copy-paste yang punya tujuan ningkatin traffic dan bisa dapet duit dari Mbah Google lewat ad-Sensenya.
Saya ini kan Blogger abal-abal. Eh, maaf-maaf..saya tidak akan melihat diri saya seperti itu lagi. Jadi inget Tintin semalem. Kapten Haddock bilang sesuatu yang artinya kurang lebih “jangan pernah melihat dirimu sendiri dengan cara negatif karena itu akan mengirimkan sinyal yang salah pada orang lain, dan orang lain akan melihat hal yang negatif saja dari dirimu, sama seperti kau melihat dirimu sendiri”
Jadi, saya harus positif ya? Oke, baiklah, *berdehem* saya ini adalah…Blogger yang nggak profesional. Ya iyalah, kan saya nggak dibayar? Kalau Blogger profesional itu kan dibayar sama pihak lain untuk sebuah tulisan. Nah, saya kan nggak, jadi saya bukan seorang pro. Saya ini blogger amatir yang tidak bergabung dengan kelompok manapun. Bukan sombong bukan angkuh, tapi karena nggak tahu musti gabung kemana? di semarang ada sih Loenpia.net, tapi isinya orang pinter-pinter semua, saya jadi minder. Hahahaha. Maksudnya, mereka ini bener-bener WOW. Blogger-blogger yang luar biasa aktif. Punya banyak cerita, dan sebenarnya punya banyak ilmu yang kalau saya gabung disana pasti bisa saya manfaatkan ilmunya. Tapi ya itu, saya masih belum berani. Masih ngerasa nggak “qualified” untuk bergabung dengan komunitas. Nanti deh ya? saya pikir-pikir lagi…
Saya memulai blog sudah beberapa tahun lalu. Awalnya di Friendster. terus saya tutup. Sempet gabung di blogger, tapi nggak tahan. Nggak suka dengan interfacenya. Habis itu bikin blog yang cukup sukses juga, hahahaha..namanya ruparuparumpi. Tapi abis itu nggak aktif lagi karena saya kebingungan sendiri, sebenarnya ini blog mau dijaadikan blog yang seperti apa sih? karena isinya emang campur-campur nggak nggenah.
ya sudah, akhirnya saya diemin aja. Tapi sampai sekarang trafficnya juga masih lumayan sih.
Nah, yang terakhir ya ini.
Menulis buat saya seperti terapi. Kadang-kadang ada banyak hal yang saya pikirkan. Dan nggak tahu kudu ngomong ama siapa, ya sudah, akhirnya jadilah sebuah tulisan ala kadarnya. and thanks Gooooood, ada yang namanya blog. Dulu saya suka nulis dibuku harian. Hihihi. Jaman-jaman ABG labil dan masih belum kenal sama yang namanya internet.
Kalau nulis, saya lebih senang apa-adanya. Seperti saya sedang ngomong. Nggak kepikiran buat bikin tulisan yang bagus dan enak buat dibaca. Apa yang saya tulis ya apa yang saya pikirkan. Apa yang ingin saya omongin. Itulah kenapa terkadang nggak runtut dan kacau balau. Karena saya sebenarnya juga seorang pengicau yang kacau. Hahaha.
Sama kayak orang ngobrol, kadang bisa ngoceh terus seharian. Itulah kenapa ada banyak postingan dalam sehari. Tapi kemudian nggak ada postingan sama sekali karena sedang malas ngobrol. Eh beneran deh, menulis itu menyenangkan. Walau sekarang saya udah hampir nggak pernah nulis cerita pendek lagi seperti tahun-tahun lalu. Kadang kangen sih bikin tulisan yang punya kaidah, runtut dan bener-bener punya jiwa. Tidak seperti yang ada di blog ini. Yang cuma ndelojor tanpa ada aturan.
Tapi nggak papa, blog saya ini. Nanti saya belajar deh gimana menulis yang runtut dan enak dibaca. Sementara saya begini aja dulu. Karena sesungguhnya saya ini orangnya nggak konsisten. Dan menulis blog juga membutuhkan tekat yang kuat untuk tetap konsisten dan rajin menulis. Apapun itu. Nggak boleh males-malesan.
Eh, tapi dibanding dulu, saya juga melihat banyak perubahan kok dari gaya menulis saya?
seharusnya kan juga begitu tho?


