Post #104 Yahoo! Buka Dunia

Kantor dapat undangan dari Yahoo! Indonesia untuk menghadiri acara di Balaikota. Ini adalah Roadshow dari pihak Yahoo! untuk mengkampanyekan penggunaan internet secara sehat dikalangan pengguna internet usia muda.

Dengan bis warna ungunya Yahoo! mengunjungi Semarang. Yahoo! memilih kota Atlas sebagai tujuan berikutnya karena Semarang adalah kota yang berada dalam urutan keempat setelah Jabodetabek, Surabaya, dan Medan dalam kaitannya dengan jangkauan internet terluas yaitu 32%. Sementara Bandung berada di urutan kelima.

Kondisi ini dilihat Yahoo! sebagai sebuah potensi untuk penyebaran informasi tentang penggunaan internet yang lebih sehat dan lebih bijak. Selain itu, Semarang juga dianggap sebagai kota yang potensial dalam hal pertumbuhan komunitas online.

Hadir dalam acara itu adalah Sales Strategic dari Yahoo! Indonesia Mas Indra Hajar Aryanto dan juga Mbak Ainun Chomsun, founder dari komunitas Akademi Berbagi yang saat ini sedang naik daun dikalangan komunitas cyber. Keduanya menjelaskan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin bergabung dalam sebuah komunitas cyber melalui beberapa situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer.

Memang, masih banyak yang belum mengerti bahwa dunia maya, meski tampak tak berbatas, ternyata juga masih punya batas. Dalam artian ditengah kebebasan yang seakan tanpa aturan, etika-etika dan pembatasan tertentu diperlukan demi keamanan dan kebaikan penggunanya. Dan sayangnya, ini masih kurang disadari oleh pengguna, terutama mereka yang masuk ke dalam kategori newbie.

Saking asyiknya dengan dunia dan kesenangan-kesenangan baru, banyak rambu-rambu yang dilanggar dan kemudian justru merugikan. Inilah tugas Mas Indra dan Mbak Ainun untuk menyadarkan kembali bahwa ada banyak hal yang perlu diperhatikan demi alasan keamanan pribadi dan kenyamanan bersama ketika menggunakan internet untuk bersosialisasi.

Membangun dan Menjaga Reputasi Online menjadi tema sentral kumpul-kumpul siang itu. Karena memang tidak mudah untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas terutama di dunia maya. Sama seperti ketika kita ingin menjadi bagian dari sebuah komunitas di masyarakat, ada sebuah etika yang tidak tertulis tapi sudah menjadi kesepakatan bersama yang harus dipatuhi.

Contohnya : tentang kesopanan. Jangan harap kita akan disukai dan mempunyai banyak teman jika sikap kita menjengkelkan. Tidak didunia nyata, tidak didunia maya, orang-orang dengan tingkat kesopanan rendah pasti akan dijauhi. Nah, hal-hal seperti ini yang perlu dijadikan sebagai salah satu acuan untuk sukses membangun jejaring dengan lingkup yang lebih luas lagi.

Beberapa tips yang siang itu diberikan oleh Nara Sumber adalah tentang bagaimana memulai online adalah :

  • Anggap bahwa apa yang kita lakukan di internet ini bisa dilihat oleh semua orang sehingga penting untuk menjaga etika
  • Batasi informasi yang terlalu pribadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pencurian data demi kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan kita, menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi
  • Menjaga keramahan dan kesopanan
  • Menjadi diri sendiri dengan penuh percaya diri
  • berhenti untuk selalu membicarakan diri sendiri. Siapa orangnya yang ingin bergaul dengan orang yang self centris?
  • Pertimbangkan setiap hal yang ingin dibagi melalui posting karena bagaimanapun juga rekam jejak dari postingan kita tidak akan bisa hilang selamanya, sehingga penting untuk mereview apa-apa saja yang akan kita tunjukkan pada dunia. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
  • Berhati-hati juga untuk bertemu secara pribadi dengan orang yang tidak kita kenal baik sebelumnya.

Selain itu ada juga beberapa hal yang berkaitan dengan bagaimana membangun komunitas online yang bisa bermanfaat. Tips-tips yang mungkin berguna adalah :

  • Temukan teman-teman baru yang mempunyai ketertarikan atau hobi yang sama dengan kita. Mempunyai teman yang sevisi dan semisi ini akan mempermudah kita untuk menjalin hubungan dengan lebih baik.
  • Yang paling penting dalam membangun jejaring adalah etika, bukan platformnya. Tools yang berupa situs-situs jejaring sosial yang kita kenal selama ini hanya sekedar alat. Yang penting adalah bagaimana menggunakannya sesuai dengan etika pergaulan.
  • Membangun komunitas itu harus fokus – penuh komitmen – dan konsisten supaya kontinuitas dari kelompok tersebut bisa dijaga dan tujuan dari terbentuknya komunitas itu bisa tercapai. Intinya biar bisa long lasting dan nggak anget-anget tahi ayam

membangun sebuah jejaring sosial itu menyenangkan. Dengan memanfaatkan media sosial melalui internet, kita bisa menghemat banyak hal. Hemat waktu dan jarak menjadi salah satu keuntungan yang bisa kita rasakan. Dengan diawali dari pertemuan melalui jaringan, kita bisa melakukan banyak hal. Beberapa diantaranya adalah memperluas jejaring, bisa dapat banyak info, bisa menambah ilmu dan pengetahuan kita dengan saling bertukar informasi, dan bertemu orang-orang yang akan melakukan banyak kegiatan positif.

Sebagai salah satu tamu undangan dari Media, saya juga wajib meneruskan informasi-informasi semacam ini kepada masyarakat. Supaya mereka juga tahu tentang internet dan penggunaannya secara bijak.

Dan salah satu teknologi yang saya manfaatkan adalah twitter. Siang itu, sambil menyimak, saya juga meneruskan apa yang saya ketahui melalui live tweet. Nggak cuma dapet feedback, saya juga dapet goody bag. :-D ada satu souvenir buat saya sebagai salah satu peserta dengan tweet paling aktif.

Berikut ini beberapa gambar yang saya ambil dari Samsung Galaxy Mini saya :

"Ainun Chomsun"

"Indra Hajar Aryanto"

"sesi tanya jawab"

"peserta"

"Mbak MC"

Buat saya pribadi, acara ini cukup menarik dan lumayan informatif. Sebagai newbie di dunia jejarin sosial saya terkadang masih terlalu membatasi diri dengan menjadi seorang self centris. Bukan karena saya sombong atau egois dan hanya mementingkan diri sendiri, tapi lebih kepada kurang percaya diri untuk saling berbagi informasi. Tapi setelah saya tahu etika dan aturannya, sepertinya saya akan pelan-pelan berubah dan belajar untuk lebih terbuka pada banyak informasi. Selama hal tersebut baik, kenapa tidak?

Terima kasih untuk Yahoo! atas undangannya. Lain waktu, saya diundang lagi ya? Oh ya? ini ada foto saya sama Mbak Ainun…ini…hobbit dan Elf. Saya hobbitnya, mbak Ainun Elf nya…habis beliaunya lebih tinggi dibandingin saya sih..hehehe.

"saya & Founder Akber Indonesia"

Ya Alloh…aku lemmmmmmuuuuuuu!!!!

Published in: on November 29, 2011 at 10:51 am  Comments (2)  
Tags: , , , , , ,

Post #64 Final Destination 5

semalem akhirnya saya nonton film ini di E-Plaza semarang. Sendirian. Ah- udah lama nggak jalan-jalan dan nonton sendiri. :-D

saya nonton yang jam 7.50 malam. Nggak rame kok. Bisa dapet kursi yang paling atas nyempil di antara pasangan-pasangan mesra dan seorang bapak dan anak remajanya. Suer..ini bapak anak…bukan yang lain. :-D

FD 5 ini..opening scene-nya mengingatkan saya pada franchise Final Destination 4 yang saya tonton di teater yang sama tahun lalu.

Dari segi cerita sih, mau dari pertama sampai terakhir, ceritanya ya gitu-gitu aja. Diawali dari premonition tokoh utamanya, abis gitu ada kecelakaan, survivor, dan sang malaikat kematian yang “tidak rela” dirinya dicurangi menuntut balas dengan mengambil nyawa sang survivor satu persatu.

Saya termasuk yang ngikutin film FD dari 1-5. Dan memang, nggak bisa disangkal, film pertamanya tidak bisa disaingi dengan sequel-sequel selanjutnya. Meski begitu, orang selalu penasaran dengan apa yang akan mereka lihat dari film ini, karena toh mereka sudah tahu bagaimana story line film ini.

Kalau di film pertama proses kematiannya berjalan menarik dan digambarkan cukup realistis, mulai dari seri yang kedua hingga terakhir, kematian ditampilkan dengan proses yang lebih mengerikan, darah muncrat dimana-mana, dan bahkan kadang terlihat konyol dan nggak masuk akal.

Dan sebenarnya ini adalah satu-satunya nilai jual dari film horror yang satu ini, membuat penonton penasaran dan deg-degan melihat adegan-adegan kejutan.

Tapi sungguh, selesai menonton FD 5 saya merasa ini adalah cara yang cerdas untuk mengakhiri rangkaian film Final destination. saya tidak berharap film ini akan seperti SAW yang hampir bisa dibilang jadi seperti film seri.

And you know what..ternyata FD 5 ini adalah PREQUEL dari FD 1!!!!! Damn SHIT!! this is so awesome!

menurut saya ini cara cerdas! untuk mengakhiri perjalanan FD selama ini…i hope nggak ada lagi FD lainnya di tahun2 depan. But you know hollywood, money makes everything possible.

Oh ya, ceritanya bermula ketika rombongan karyawan muda hendak melakukan retret bisnis yang diadakan di tempat mereka bekerja. Ketika sampai di sebuah jembatan gantung, jembatan itu runtuh dan ada beberapa dari mereka yang selamat. Dan kemudian berlangsunglah pembalasan dendam dari sang maut.

Dan ternyata….mereka ini adalah tokoh2 di tahun 2000, bahkan sebelum tokoh2 di FD 1 mengalami hal yang sama, karakter2 di FD 5 ini mengalami hal yang sama. Dan pesawat yang meledak di udara di adegan FD 1, ditumpangi oleh karakter yang ada di FD 5 ini.

Bingung??? nonton sendiri saja dan semoga anda sama senangnya dengan saya.

Serius, saya bener-bener menganggap ini adalah alur yang cerdas…setelah 4 film, akhirnya prequel justru muncul di film ke 5! Awesome!

cuma ya itu, jadinya aneh ketika melihat FD 5 ini penuh JROOT and JROOOT seperti dil film 3 dan 4, kalau mengingat kembali FD 1 rasanya ada yang salah.

spesial efeknya terlalu mumpuni untuk sebuah film yang ceritanya diset jauh sebelum cerita di film pertamanya. Tapi itulah hollywood, kadang-kadang logika seperti ini suka kelewat..

hehehe..

Post #61 Yang Muda Yang Berkarya Tanpa Pantang Putus Asa

Ini adalah sebuah cerita singkat dari obrolan singkat juga semalam. Antara saya dan penjual soto dan sate ayam yang lewat depan kosan. Kebetulan, sehabis pulang siaran saya melihat gerobak sate ayam yang biasa saya beli kalo pas lagi pengen sate dan dianya pas lewat depan kos. Semuanya serba pas. :)

Nah, sembari saya menunggu satenya dibakar, datanglah gerobak soto. Dalam hati saya berkata “asem,aku ya pengen soto..tapi sayang dah beli sate”. Berhentilah gerobak soto itu disamping si gerobak sate. Mereka saling bertukar sapa. Sapaan antar pedagang dengan objek jualan yang berbeda.

Saya kira si penjual soto ini sudah uzur…ternyata eh ternyata, dia masih muda. Sangat muda malah. Sebagai seorang blogger amatiran dan sedikit ada “cipratan” jurnalis dalam diri saya, karena profesi saya tentunya..hehehe…saya melihat ada cerita disini. Bervalue nih kayaknya…setidaknya buat saya. :-D

Cuma sayang…awalnya saya ragu-ragu dan malu untuk memulai obrolan…Saya putar otak gimana memulai “wawancara” ini tanpa menimbulkan perasaan yang tidak enak. Dan akhirnya saya menemukan cara. Ah, uang memang terkadang bisa menyelesaikan banyak masalah. Hehehe.

Saya keluarkan uang 3 ribu rupiah dari kantong celana saya..dan saya membeli 6 tempe keripik dari si tukang soto..dan terjadilah obrolan singkat itu.

Well, sebenarnya ini hanya tentang orang muda, dari desa, yang dimata saya begitu luar biasa. Katakanlah, ketika mereka begitu tertarik untuk pergi ke Jakarta dan meraih mimpi yang terkadang semu disana, masih ada yang mau tinggal di kota – yang mungkin juga nggak bisa dibilang kecil seperti Semarang ini. Bertahan disini mengadu nasib dengan mengerjakan sesuatu yang masih sesuai kapasitas dan kemampuannya.

Kebetulan siangnya saya baca soal kota-kota besar yang menawarkan “sesuatu” selain Jakarta..

Nah, saya tanya dia…sudah berapa lama jualan soto…Dia bilang setahun yang lalu..tadinya dia ikut orang. Setelah lulus SMP, dia langsung kerja di warung soto milik orang. Setelah merasa cukup modal, baik materi dan juga kemampuan, dia keluar dari tempat kerjanya dulu dan membuka usaha sendiri.

Damn! saya keduluan! dia saja berani kenapa sampai sekarang saya masih begini-begini aja dengan mimpi saya punya bisnis kuliner?

okay…kemudian saya nanya…Nggak malu tho jualan keliling soto begini? masih muda lho…dan dia bilang..saya nggak punya keahlian lain mas..kalo nggak kerja begini mau kerja apa lagi…mau makan apa?

Terdengar seperti orang yang sedang pesimis bukan? untuk Anda yang merasa nggak pernah puas dengan hidup Anda. Seakan semuanya ingin Anda raih dan dapatkan. Statement dari si tukan soto itu pasti terdengar sebagai nada pesimistis bagi Anda. ya kan?

Tapi tidak untuk saya. Ini adalah sebuah kebenaran, setidaknya hingga saat ini. Saat dia mengatakan hal itu. Betapa tidak. Banyak anak-anak muda yang merasa malu melakukan sesuatu yang sebenarnya menghasilkan. Sesuatu yang halal. Karena gengsi. Karena tidak sesuai dengan mimpi dan angan-angan mereka, tanpa sadar kemampuan pribadi. Dan alih-alih mereka mencari ke dalam diri mereka sendiri, mereka malah tidak melakukan apa-apa. Mereka lebih memilih menganggur, kongkow-kongkow..melakukan banyak hal sia-sia…dan kemudian berbuat onar..merugikan orang lain. Berapa banyak orang berusia muda yang begitu? Sangat banyak saya rasa…

Dan benar saja ketika dia mengatakan hal itu..saya tidak bisa lebih setuju. Buat saya, mending berusaha daripada tidak melakukan apapun sama sekali.

Lalu saya tanya lagi dia…Nggak pengin ke Jakarta? dan dia bilang…ah, buat apa…disana juga nggak tahu mau kerja apa…

Lhoh? dagang soto donk….Dan dia cuma ketawa…Mungkin dalam hati dia berkata ” disini jauh lebih menghasilkan daripada jualan soto di Jakarta.

Dan dia cerita, biasanya sehari dia bisa dapat 200 ribu sebagai penghasilan dari jualan soto. Ini masih kotor sih. Tapi setidaknya setiap hari jualan sotonya bisa habis. Nggak lebih dari jam 10 malam dia sudah bisa pulang dan menghitung laba. Sedangkan di Jakarta mungkin dia masih harus mengurusi tetek bengek lainnya. Kontrakan, biaya hidup, dan lain-lainnya. Mungkin buat dia, uang 200 ribu di Ibukota Indonesia itu bakal hanya menguap tanpa rasa, dan bisa jadi kelak malah menimbulkan masalah baru.

Entahlah…Yang pasti saya kagum. beginilah seharusnya citra anak muda kita. Tetap berusaha walau keadaan makin sulit. Saya harap sih dia bertahan dengan usahanya ini dan mampu  berkembang lebih baik lagi dimasa mendatang. Mungkin dengan membuka warung permanen milik sendiri? atau bahkan rumah makan soto ayam? saya nggak pernah tahu…karena toh dia sudah punya modal. Semua bumbu dan kebutuhan berdagang dia racik sendiri lho? hebat kan?

Yaaa..banyak orang mengeluh tentang jaman yang makin susah…bukannya berusaha lebih keras malah kemudian putus asa, dan berakhir dengan cerita yang kurang begitu baik. Sayang sekali..padahal mungkin masih ada banyak jalan yang bisa dilalui. Tapi terkadang hal itu tak terlihat sama sekali.

Dan saya berpikir, siapa bilang rejeki di bumi ini sudah habis? Tuhan masih punya stok banyak..asal mau berdoa dan berusaha, Dia pasti mau kasih sama kita. Dan tugas kita selanjutnya adalah mensyukuri….sedikit banyak…itu pemberian Tuhan…imbalan atas usaha kita.

Dan inilah si mas-mas penjual soto dan penjual sate…saya sengaja nggak tanya namanya…biar kesannya obrolan ini mengalir apa adanya..hehehe. Alasan wagu sih, tapi ya memang begitu yang ada di kepala saya malam tadi. Tapi saya bilang kok kalo hasil cerita ini akan saya tampilkan di blog – uhm..mungkin dia kurang tahu apa itu blog kali ya? hehehe.

But thanks to them…

mas penjual soto
mas mas penjual sate

Dan obrolan itu ditutup dengan celetukan di penjual sate…

“Kerja apa aja yang penting halal mas,,,,,,”

setuju….

Published in: on September 14, 2011 at 7:01 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , ,