Post #116 Akhirnya Saya Mengakui Bahwa Saat Ini, Inilah Guilty Pleasure Saya…

Bertugas di divisi musik sebuah radio yang cakupan musiknya luas, dari mulai lagu buat anak-anak, sampai oma opa, dari dangdut sampai yang jazzi, dari mulai yang nyanyinya pake bahasa jawa sampai korea, semuanya ada, bikin saya jadi mau nggak mau kenal sama banyak genre musik.

Dibandingkan dengan teman-teman dan kakak-kakak saya yang sudah lebih lama di divisi ini mungkin kemampuan saya bukan apa-apa, tapi saya juga mengalami hal yang sama dengan beliau-beliau. Saya melewati masa-masa tren musik tertentu. Dulu, 3 tahun di pekalongan, saya “berperang” dengan serbuan lagu-lagu malaysia. Banyak pendengar yang sedikit memaksa supaya radio kami memutar lagu-lagu dari negeri Jiran. Tapi karena Radio kami punya aturan dan kebetulan didukung secara pribadi oleh saya – yang tidak suka dengan lagu-lagu dari Malaysia kecuali punya sheila madjid, siti nurhaliza dan beberapa artis lain macam Nora dan sebagainya, saya bisa melewati ujian tersebut.

Lalu ada tren musik-musik melayu dari  negeri sendiri. Nah kalau yang ini mungkin saya agak lebih permisif. Alasannya sih simple, saya pengen menghargai hasil karya anak negeri, walo ditelinga saya mungkin agak kurang cocok di beberapa lagu. Jadi, yang bisa saya akomodir adalah benar-benar memilih penyanyi dan lagunya. Supaya masih masuk dalam kategori “aman” buat diputer di radio.

kemudian saat ini, tren baru muncul. Boysband dan Girlsband. Mungkin bukan yang pertama di Indonesia. Karena bagaimanapun, format grup vokal seperti ini sudah pernah ada di era-era sebelumnya. Dan kalau jaman saya… ya bisa dibilang tahun 90-an adalah tahun-tahun jaya dari grup vokal, terutama cowok. Dulu ada ME, Male Voices, Trio Libels, terus ada Cool Colours dan masih banyak lagi. Cuma bedanya dulu dan sekarang memang kelihatan. Mungkin jaman dulu grup vokal kita terinspirasi dari grup vokal macam New ids On The Block, tapi kalo sekarang, kiblat trennya sudah berubah. Nggak usah jauh-jauh sampai ke Amerika. Mereka sudah tidak jadi role model boysband atau girlsband masa kini. Tapi Korea! Ya..korea! Korea selatan lebih tepatnya.

Dan serbuan Korean Wave ini memang saya akui luar biasa. Pelan tapi pasti. Lihat saja…Kemunculan grup-grup vokal korea, baik yang Boys maupun yang Girls ini tidak serta merta terjadi. Kalau mau diamati, prosesnya terjadi sangaaaaaat pelan, tapi luar biasa bertahan. Diawali dengan masuknya film-film drama korea yang kemudian jadi favorit orang-orang kita. Dan diikuti dengan sukses soundtracknya. Jaman dulu, waktu di pekalongan, soundtrack-soundtrack korea ini sudah populer lho..Tahun berapa itu? kalau saya tidak salah sekitar tahun 2001-2003, Saya masih inget, seorang teman saya yang juga pendengar radio tempat saya bekerja, punya kaset kompilasi lagu-lagu soundtrack film korea. Ini kaset lho, bukan CD.

Film koreanya masih bertahan sampai dengan sekarang. Jadi mungkin sudah nggak bisa dibilang tren lagi, karena umumnya, sebuah tren itu nggak akan bertahan lama. Tapi kemudian sukses film-film ini membuka jalan bagi insan hiburan korea untuk melakukan “penyerbuan” ke seluruh dunia. Dari solis, muncullah grup-grup vokal dengan personil bertampang ganteng dan cantik.

sebenarnya, format seperti ini sudah banyak dilakukan oleh tetangga dekat Korea, Jepang. Lihat saja grup macam Morning Musume atau AKB48 dan segala macam turunannya, mereka eksis lebih dulu, tapi entah kenapa kepopuleran mereka tidak cukup luas, tidak seperti kesuksesan icon produk dari negeri jepang lainnya macam Manga dan anime, yang sangat populer disini. Dan korean wave ini datang dan kemudian mengambil alih peran artis-artis jepang yang sudah lebih dulu tampil.

Dampaknya? LUAR BIASA! Tidak butuh waktu lama untuk mereka “meracuni” selera pasar musik dunia. Apa yang kemudian disebut sebagai K-Pop, menjadi sesuatu yang sering dibicarakan saat ini. Entah apa yang membuatnya bisa seperti itu. Tapi mungkin saja, karena pelaku-pelaku industri hiburan di Korea memang sudah punya strategi yang luar biasa juga untuk mempersiapkan “serbuan” ini.

Yang saya tahu, mereka tidak main-main dalam menjalankan bisnis ini. Kemunculan Boysband dan Girlsband itu tidak kemudian serta merta. Menurut banyak informasi, mulai dari pencarian talent hingga perilisan, butuh waktu yang lama. Bahkan sampai mencapai angka tahunan, sebelum mereka benar-benar tampil sempurna. Kabar mengenai kerasnya training artis di korea sudah bukan isapan jempol. Bahkan harus mengorbankan banyak hal demi sebuah kesempurnaan. Tapi hasil yang dicapai juga memang patut diacungi jempol.

Hanya yang kuat yang bertahan. Dan mungkin karena prosesnya nggak main-main dan nggak instan inilah yang membuat mereka bisa bertahan sedemikian lama. Dan yang luar biasa lagi adalah fans mereka itu termasuk yang luar biasa setia lho? bahkan saking setianya, terkadang suka nggak masuk akal kalo melihat tingkah polahnya. Terkadang suka berlebihan kalau menyukai atau bahkan membenci grup lain yang tidak mereka suka.

Dan saya….saya pun termasuk yang kena sengatan korean wave. Terus terang, saya baru tahu kalo kebanyakan lagu-lagu korea ini tidak punya kedalaman lirik  yang cukup baik. Menurut saya – yang pernah menonton sebuah tayangan di MTV tentang korean pop, lirik yang dinyanyikan itu kebanyakan memang sangat dangkal. Bercerita hanya tentang senang-senangnya bercinta dan sedihnya patah hati. Dan…yaaaa.. begitulah. Tapi entah kenapa ketika dinyanyikan, melodi dan lagunya begitu enak dan pas. Walau saya tidak mengerti bagaimana caranya supaya saya bisa ikut menyanyi, tapi ditelinga saya, rangkaian kata-katanya tidak ada yang salah. Atau mungkin karena sebenarnya saya nggak tahu artinya? :)

Tapi yang membuat saya kagum adalah bagaimana mereka membungkus ini semua dalam sebuah video klip yang LUAR BIASA! Saya mengakui, cara mereka membuat MV patut diacungi jempol. Konon kabarnya mereka punya standar sendiri dalam membuat video klip. Itulah kenapa, salah satu grup cewek di Indonesia, Cherrybelle mengkalim bahwa videoklipnya dibuat berdasarkan standar video musik lagu-lagu korea. Dan konon hanya mereka satu-satunya girlsband yang mampu membuat videoklip dengan standar seperti itu di Indonesia. Benar atau tidak, saya kurang tahu. Tapi yang pasti itu akan butuh biaya banyak.

Dan video klip indah ini benar-benar memanjakan mata. Mulai dari snematografinya. Story linenya, sampai tata koreonya yang membuat saya betah nongkrongin video-video musik dari negeri Ginseng itu. Mungkin saya tidak terlalu suka dengan lagu-lagunya. Tapi saya sangat suka melihat MV artis-artis korea. Siapapun artisnya. Dan sekarang, ini jadi Guilty Pleasure saya lho?

Kalau salah seorang teman punya guilty pleasure menonton video-video artis kulit hitam yang menggoyangkan pantat, saya sekarang sedang suka menonton video klip artis-artis korea macam yang dibawah ini

itu 2NE1 kelompok vokal yang sedang jadi favorit saya.. hehehe

dan sebenarnya masih banyak lainnya. Cuma memang saya tidak bisa menikmati semuanya secara simultan. Saya hanya memilih yang bisa “ngeracunin” saya saja.

Videoklip bagus macam itu bukan satu-satunya milik artis-artis korea. Kalau masih ingat serban artis-artis taiwan pasca F4 begitu populer disini, mereka sudah lebih dulu membuat standar pembuatan videoklip. Cuma memang beda karakteristiknya. Made in Taiwan punya lebih lembut dalam sinematografi sementara Korea punya lebih tegas dan berwarna.

Ya, saya mengakui sekarang, meski saya tidak paham dengan apa yang sedang mereka nyanyikan. tapi saya bisa bilang, inilah Guilty Pleasure saya sekarang…nontonin Boysband dan Girlsband beraksi lewat MV.

Semoga saja ini bisa ditiru sama Girlsband atau Boysband kita, yang nggak cuma bisa muncul tiba-tiba terus menghilang, atau muncul seadanya tanpa ada kemampuan apa-apa. Muncul karena mumpung sekarang sedang tren aja, tapi bisa meniru artis-artis korea. Mereka tidak memikirkan tentang bagaimana menciptakan  tren saja, tapi bisa membuatnya bertahan lama, dan siapa tahu hal macam ini bisa menjadi semacam legenda. Korean Wave is EPIC.

who knows?

Published in: on December 22, 2011 at 11:00 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , ,

Post #62 Home Is Always Be A Place That My Heart Go Back

Saat ini saya sedang tidak berada dalam mood yang baik. Katakanlah, saat ini saya sedang tidak bersemangat dalam banyak hal. Bahkan sebuah berita yang sebenarnya baik yang saya dengar tadi pagi, tidak cukup untuk membuat saya gembira. Entahlah. Ini adalah sebuah siklus yang selalu saja berulang. Lagi dan lagi.

Dan kalau sudah seperti ini, tidak ada tempat lain yang saya tuju selain pulang. Pulang ke rumah. Kampung halaman saya. Bukan kos. Tapi rumah saya, tempat dimana ibu saya tinggal.

Lebaran kemarin saya memutuskan untuk tidak berlama-lama dikampung. Hanya tahan 3 hari dan setelah itu kembali ke semarang. Tapi hari ini saya ingin pulang. Ngelibur barang sehari. Bermalas-malasan di rumah, :) bertemu dengan ibu saya dan melakukan sedikit kegiatan, dan bertemu sedikit orang.

Saya rasa, ini diperlukan, untuk kita sejenak “kabur” dari banyak masalah dan hal yang membuat diri kita tidak nyaman. Terus terang, ada banyak hal yang belakangan membuat saya lelah dan marah.

Salah satunya adalah diperhatikan oleh banyak orang…ya, banyak. Dia…Dia…dan Dia…banyak! dan saya tidak nyaman. These peoples are crazy enough to make me feel crazy! i just wanna say, STOP IT!!!!

Ye know..saya lelah sekarang dan hanya ingin pulang. Pulang tanpa gangguan dari banyak orang.

I’m coming home..

Published in: on September 16, 2011 at 11:29 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , ,