mengembangkan karakter penyiar

Post #102 Pentingnya Karakter Dalam Diri Seorang Penyiar

Tiba-tiba, seorang teman datang menghampiri…mengatakan ingin mengeluhkan tentang berkurangnya partisipan pada program yang dia ampu. Dengan membandingkan pada perolehan SMS pada beberapa tahun ke belakang, dia merasa kalo kuantitasnya berkurang. Dan ada satu kesimpulan yang menurutnya adalah, jumlah entries berkurang karena kami tidak memutarkan banyak lagu-lagu dari boyband yang sedang naik daun saat ini.

Saya mangut-mangut dan mengatakan padanya bahwa bisa jadi itu benar. Kesimpulan yang dia ambil adalah berdasarkan dari apa yang dilihatnya semalam di salah satu TV swasta. Sebuah acara yang menampilkan boysband dan girlsband masa kini, yang mana menurut saya konsepnya hampir sama seperti apa yang tayang di TVN Korea. Yang menjadi perhatiannya adalah para gadis-gadis remaja yang hampir semuanya hafal pada lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para artis itu, yang hampir sebagian besar lipsync.

Mungkin si teman saya tidak tahu, bahwa deretan gadis itu…adalah penonton bayaran juga. :-)

Baiklah..baiklah, mari kita alihkan fokus pada hal lain selain masalah boysband dan girlsband yang sedang marak di negeri ini, dampak dari “Badai Korean Pop” yang melanda dihampir semua belahan dunia.

Bisa jadi itu benar. Bisa jadi juga ada hal lain. kemudian saya berpikir kembali tentang banyak hal. Beberapa pertanyaan yang ada di kepala adalah apa yang membuat banyak pendengar tak lagi mengirimkan SMS? Dan apakah mereka benar-benar pergi dan tidak mendengarkan radio kami lagi?

Kalau teman saya punya kesimpulan, saya juga boleh punya kesimpulan.

Tahun-tahun ini, radio kami kehilangan banyak penyiar. Sebagian besar dari mereka hijrah ke luar kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Mereka-mereka ini penyiar yang luar biasa. Mereka adalah penyiar hebat dimasanya. Masing-masing dari mereka punya pendengar yang loyal, yang mengagumi  mereka sebagai sosok yang luar biasa. Dan adalah hal yang sangat sulit diterima oleh pendengar ketika mereka tak lagi bisa didengarkan.

Teman-teman saya yang sudah hijrah ini, punya karakter yang kuat dalam setiap performanya. Ada yang lucu, ada yang “gila”, ada yang pinter, ada yang lugu, bahkan ada yang suka bebancian. Pokoknya macem-macem. Dan masing-masing dari mereka begitu spesial dengan karakternya. Yang terjadi kemudian adalah karakter-karakter ini mampu membuat acara jadi lebih hidup, dan membuat pendengar semakin aktif berinteraksi dengan mereka. Hasilnya, kuantitas respondenpun yang masukpun berada dalam skala bagus.

Bukan berarti sekarang jauh berkurang dan tidak ada responden, tapi banyak nama-nama lama yang kami kenal sudah tidak lagi bermunculan. Tentu saja digantikan dengan banyak nama baru, meski jumlahnya juga tidak sebanyak yang kami harapkan.

Lantas saya berpikiran, apakah ini semua karena teman-teman saya yang pergi satu-satu itu? sehingga membuat pendengar kami kemudian ogah berinteraksi?

Radio kami, mempunya karakteristik pendengar yang cukup unik. Mereka mendengarkan radio kami tidak semata-mata karena program atau materi yang disajikan. Tapi juga beralasan karena mereka senang dengan sosok penyiarnya. Oke, saya rasa hampir di semua radio banyak pendengar yang tipenya begini. Dan biasanya, pendengar-pendengar yang jenisnya seperti ini paling rajin kalo suruh kirim sms, apalagi pas yang siaran adalah penyiar favorit. Mau diputer nggak diputer requestnya, mereka pasti tetep kirim sms.

Buat saya pribadi itu tidak masalah. Tapi bisa jadi masalah kalau kemudian penyiar tersebut sudah tidak lagi bekerja diradio yang bersangkutan.

Sebuah program radio dibuat berdasarkan banyak pertimbangan. Standar operasinya juga sudah dibuat sedemikian rupa. Konten-konten yang ada didalamnya pun sudah pasti dipikirkan dengan saksama. Tapi tidak bisa dipungkiri, sosok penyiarlah yang kemudian menjadikan program itu semakin menarik. Bagaimana kemudian dia mengeksekusi program dengan baik, Bagaimana kemudian dia bisa membawakan program yang dimaksud dengan pembawaan yang menarik, itu adalah sesuatu yang penting. Karena pendengar akan semakin merasakan sebuah paket siaran yang lengkap.

Yang sering dihadapi oleh banyak radio adalah nuansa program jadi banyak berubah ketika yang membawakannya pun berbeda. Terkadang, cara mengeksekusi program yang sudah berstandar operasi pun turut memengaruhi hasil jadi program tersebut. Memang, sedikit banyak pasti terasa “impact”nya. Pendengar-pendengar yang loyal dengan program karena sosok penyiarpun akan merasa ada sesuatu yang lain. Dan celakanya, sebagian besar pendengar pasti suka dengan programnya karena suka dengan penyiarnya. Nah Lho??!!

Walaupun ini masih perlu diteliti lagi, tapi saya percaya bahwa faktor penyiar pun turut berperan besar pada program yang dibuat oleh radio. Bahkan mungkin yang paling utama selain materi lagu dan isian siaran lainnya. Itulah kenapa penting bagi seorang penyiar mengembangkan air personality dan karakter yang betul-betul menarik. Karena penyiar yang tidak punya air personality pastinya hanya akan jadi penyiar yang biasa-biasa saja dan mudah dilupakan oleh pendengar.

Dan penting bagi penyiar yang baru saja menggantikan program radio dimana dulunya dibawakan oleh penyiar yang berkarakter kuat, untuk segera mengembangkan karakternya sendiri. Tidak perlu mengekor pada apa yang sudah ada sebelumnya. Penyiar tersebut harus punya style sendiri. Dan faktor-faktor inipun harus lebih kuat, selain untuk membedakan dengan pendahulunya, juga untuk menarik perhatian pendengar yang sudah terbiasa dengan sosok yang lama.

Penyiar baru ini harus punya sesuatu yang lebih dan berbeda dibandingkan pendahulunya. A Big shoes to fill, tapi bukan berarti kemudian tidak mungkin dilakukan. Nah, yang saya lihat kurang dari program yang teman saya tadi keluhkan adalah tidak adanya karakter yang betul-betul kuat dan mampu menyamai teman-teman saya yang sudah lepas satu-satu itu.

Yang saya lihat dari teman-teman baru ini adalah mereka masih belum mampu mengembangkan karakternya. mereka masih menahan diri dan masih malu-malu untuk menampilkan sisi menarik dari dirinya. Mereka masih menganggap bahwa bersiaran adalah pekerjaan “asal ngomong”. Padahal bersiaran lebih dari itu. Bahkan menurut penyiar yang bilang “siaran itu harus apa adanya”, secara tidak sadar dia sedang menampilkan karakternya. Dia sedang memainkan peran, peran dengan karakter yang tidak berbeda jauh dengan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.

Percaya tidak percaya, buat saya, siaran itu seperti sedang berakting. Bukan kemudian diartikan bahwa penyiar itu palsu. Tidak. Tapi lebih kepada dia sedang membawakan peran yang bertujuan menyenangkan untuk pendengarnya dan demi menyampaikan pesan secara efektif.

Masih nggak percaya kalo proses siaran itu akting?

Ada penyiar yang karakternya moody, pemurung, pemikir, dan cenderung pendiam. tapi begitu di depan mic, sosok itu berubah 180 derajat.

Ada penyiar yang dalam kesehariannya senang berkata kasar, tapi ketika siaran, dia luar biasa halus dan mampu membawakan diri dengan baik.

itu akting. Dan itu memang menjadi bagian dari tuntutan profesi. Apakah salah? tidak sama sekali. Selama tujuannya tidak untuk menipu. Tapi memang begitulah seharusnya. Penyiar itu Aktor. Dan penyiar generasi baru di radio saya, masih belum mampu menjadi seorang aktor yang baik. Itulah kemudian yang membuat orang yang mendengarkan jadi tidak menikmati. Karena tidak ada yang spesial disana.

Anda saja, ketika menonton sebuah pertunjukkan film dengan kualitas akting yang biasa saja dari aktornya atau bahkan mungkin lebih buruk dari yang anda kira, anda pasti akan mencela keseluruhan film tersebut. Walaupun sebenarnya yang salah cuma kualitas aktingnya saja.

Penyiar pun begitu. Itulah kenapa penting untuk mengembangkan karakter yang kuat dari seorang penyiar. Demi apa? demi sebuah pertunjukkan yang menarik. Bahkan jika dan hanya jika, materi siaran yang sudah disiapkan dengan teliti, tapi apabila sang penyiar tak bisa menyajikannya dengan baik, saya yakin, program yang sebagus apapun rancangannya tidak akan bisa menjadi sebuah program yang diminati.

Jadi, tugas saya, untuk mencari tahu seperti apa karakter teman-teman baru saya ini….dan membantu mereka untuk mengembangkannya.