Sudahlah…saya nggak mau pake judul apa-apa untuk postingan ini. Tadinya sih cuma mau diekspresikan lewat twitter saja, tapi lalu…tidak. saya sedang puasa ngetwit. Lagi males. Jadi..dibuka lagi saja wordpressnya.
Jadi begini, saya baru dapet sample CD dari Warner Music Indonesia. Isinya CD single lawas milik Potret. Judulnya Terbujuk. Tau kan? Wah, pertengahan tahun 90-an lagu itu jadi salah satu lagu yang saya suka. Walopun jaman-jaman itu saya nggak tahu soal apa tuh lagu. Yang saya inget cuma reff-nya yang catchy banget.
Ku rayu dirimu…ku pikat hatimu..kubuai anganmu..kamu pun terbujuk
Dengan gaya menyanyi Melly yang super centil dan tengil waktu itu, saya jatuh cinta dengan lagu itu. Dan ketika ada seorang artis debutan yang mau nyanyi lagu itu saya senang dan berharap kualitasnya nggak kalah sama si empunya lagu.
Tapi setelah saya dengarkan…saya kecewa..
Nah..kan..baru aja diomongin, kecewa itu ada karena ekspektasi yang terlalu tinggi. Dan sekarang pun terbukti. Saya kecewa berat ketika menemukan lagu Terbujuk diaransemen ulang dengan sentuhan berbeda!
Rusak! Rusak! Rusak! Rusaklah lagu kesukaan saya…
saya sedih…
bener-bener berbeda…dan bukannya tambah bagus…lagu itu hancur lebur…hancur…pake lebur…
nggak suka
…bener-bener nggak suka…
kenapa sih enggak bertahan pada notasi awalnya saja, tapi dengan aransemen yang berbeda tapi tidak melenceng jauh sekali….
aaaahhh….
jelek…nggak suka….
nggak suka…
(nah, kan, kalo di tweet, saya rasa nggak akan bisa sepanjang ini)