Akhir-akhir ini senang baca blognya para “weitjes”. Mereka-mereka yang udah jadi ibu, rumpi punya banyak cerita. Awalnya saya mencari artikel tentang bagaimana membuat cucian tetep wangi dan pewangi yang dipakai jadi makin wangi. Eh, dibawalah saya ke banyak situs yang isinya tentang ECOBALL – alat bantu mencuci yang konon kabarnya bisa menghemat pemakaian air, listrik dan mampu menghilangkan kotoran tanpa menggunakan sabun! gelok…beneran tuh?
Nah, salah satu situs itu isinya tentang testimoni seorang ibu yang sudah menggunakan ECOBALL. situsnya disini. Dari situ lalu saya menjelajah ke “rumah-rumah” pribadi para mommy. Isinya…..astaga naga..soal anak semua! Hahahaha. Kebanyakan sih begitu. Dari mulai anak pertama lahir – bahkan ada yang udah mulai jadi blogger mommy sejak janin berada dalam kandungan. Semuanya udah mulai narsis. Tapi ceritanya seru-seru, dilengkapi dengan foto yang meyakinkan saya sebagai pembaca.
Ada yang ibu rumah tangga tanpa profesi yang luar biasa…tapi ada juga ibu rumah tangga dengan profesi yang perlente. Ada yang ceritanya biasa-biasa saja, tapi ada juga yang gaya berceritanya bisa bikin ketawa. Yang begini ini biasanya sih memang (ternyata) berprofesi sebagai penulis. hehehe. Tapi seru-seru…para mommy ngerumpi soal anaknya, soal kegiatan mereka, mulai dari tumbuh gigi sampai belajar jalan. Dari mulai latihan bicara sampai cerita soal masuk playgroup atau TK, semuanya ada. And it’s all about their kids. and some other is about their family.
Pagi ini saya dan oliv juga siaran soal blogger mommy. Saya mengundang seorang blogger yang juga ibu dari satu anak bernama Alif,untuk berbagi cerita mengenai suka duka mengurus anak dan jadi seorang blogger. Kesannya berat banget ya? bahwa menjadi seorang blogger itu sudah merupakan tuntutan profesi full time yang butuh dedikasi. Tapi nyatanya memang begitu, apalagi kalau blognya itu sudah “menuai” banyak hasil. Katakanlah, sudah bisa menghasilkan uang lewat iklan-iklan yang dipasang di blog. Atau dari pengalaman mbak nieke – sang nara sumber saya tadi, dia bisa dapet duit dari menjadi seorang penulis lepas disalah satu situs untuk orang tua dan anak. Awalnya dari blog, tapi kemudian tawaran itu datang dan whoala! jadilah tambang uang.
Jadi sebenarnya kegiatan nge-Blog ini memang harus serius, dan apabila ditekuni, bukan tidak mungkin bisa menjadikan kita sedikit sejahtera, lebih sejahtera, atau bahkan jadi sangat sejahtera. hehehehe.
Teman saya saja sudah bisa bikin buku karena blognya…hebat kan??
Nah,cerita-cerita harian dari seorang ibu, menjadi menarik untuk diikuti. karena tentu saja sepak terjang tiap anak berbeda-beda, walaupun banyak fase yang mereka jalani kebanyakan hampir sama. Inilah serunya, ketika anak tumbuh gigi, anak lain juga. Seorang ibu yang mungkin belum punya pengalaman bisa belajar dari yang lain, yang sudah lebih dulu “survive” dalam menghadapi fase yang terkadang bikin senewen orang tua ini. Hehehe…Inilah salah satu fungsi penyebaran informasi menarik via blog. Dan para mommy ini berkumpul, (nggak sekedar) ngerumpi, dan saling berbagi. Itulah yang membuat saya tertarik untuk “ndongkrok” lama-lama di rumah mereka.
Mumpung lagi nggak ada daddy-nya…hehehehe…
Abisnya…nggak ada blogger daddy sih…eh, mungkin ada ya, tapi nggak tahu nih, banyakan ibu-ibu. Lagian kalo daddy biasanya cuma cerita soal kerjaan, kalo nggak gadget…software komputer…game..hahahaha…nggak seru ah. Lebih seru ngeliat cerita para mommy dan e’ek si kecil…lebih lucu..lebih bisa bikin ngakak…
Nah, saya juga seorang blogger daddy sebenarnya…daddy-nya kucing tapi…nih..anak-anak saya…

"item"

"eNdut"

"give me a kiss brother?"
Karena saya belum menikah dan belum punya anak, sementara saya akan menjadi seorang blogger daddy buat kedua ‘anak saya” ini…mungkin tidak akan ada tumbuh gigi atau masuk TK, tapi setidaknya saya juga bisa cerita soal e’ek mereka. hahaha.
Insya alloh nanti kalo sudah punya anak beneran…saya akan jadi seorang blogger daddy yang nggak hanya ngomong soal kerjaan, gadget, software, hobi saya, tapi juga soal tumbuh kembang mereka….
karena tumbuh kembang anak juga bukan sekedar tanggung jawab ibu, bukan?
Like this:
Be the first to like this post.