Post #112 Stop Watching The AD

Akhir-akhir ini saya tergoda untuk punya komputer tablet. Bukan Ipad, tapi samsung galaxy tab. Berkali-kali saya mencari via google, harga dari Samsung Galaxy tab sekarang. Selain itu saya mulai membanding-bandingkan antara Galaxy dan Ipad. atau Galaxy yang satu dengan yang lain. Dan semakin saya sering melihat iklan dan banyak review menarik itu, semakin saya pengen punya.

Hanya saja masalahnya, saya ini nggak punya duit…itu dia.

Sempat sih mempertimbangkan untuk ngambil kredit dari kantor untuk beli gadget ini, tapi kemudian dihitung-hitung lagi kok ya nggak layak ya saya berhutang sedemikian banyak hanya untuk barang yang fungsinya juga nggak akan seberapa setelah saya memakainya dalam kurun waktu nggak lama kemudian.

Terus ngebayangin kalo tiap bulan gaji saya dipotong sekian ratus ribu rupiah selama lebih dari setahun, rasanya…bikin sesak napas. Aduh..enggak deh.

..

Mungkin memang ada alasannya kenapa produsen berani membayar mahal untuk slot iklan yang sedemikian banyak. Tujuannya pastilah ingin memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk. Semakin sering konsumen lihat iklan sebuah produk semakin tahu mereka pada produk tersebut. Lepas dari apakah nanti akan membeli atau tidak.

Ditambah dengan keinginan yang menggebu-gebu dari konsumen pada produk tertentu, keputusan untuk membeli, baik dengan cara tunai maupun kredit, pasti akan langsung diambil tanpa pikir panjang.

Lihat saja di pameran komputer minggu lalu di Java Supermall…salah satu stan yang paling rame adalah stan kredit…

"ayo kredit!"

saking udah pengennya..atau saking butuhnya..pilihan kredit menjadi pilihan utama untuk bisa punya barang. Sama seperti saya, yang kepikiran buat kredit aja.

sebenarnya sih nggak masalah ambil kredit, asalkan bener-bener butuh. Dan barang itu bisa benar-benar berguna dan menghasilkan. Tidak cuma hanya sekedar gaya-gayaan. Nah,  kalo saya sih terus terang, pengen punya tablet itu karena saya ngebayangin kalo pas lagi nunggu bis pulang ke pekalongan, bisa main-main dengan tablet..kayaknya sih keren ya? Terus di dalam bis, yang lain pada diem, saya bisa main-main lagi ama tablet…keren juga ya?

Tapi terus saya mikir..iya keren..tapi barang dapet ngutang..hiks..sedih…

melihat kembali keinginan saya tampaknya saya harus lebih teliti lagi memisahkan antara keinginan dan kebutuhan saya. Antara gengsi dan kepentingan. Antara gaya hidup dan kebergunaan suatu barang.

Saya sempet nulis daftar lho…tentang kenapa saya harus punya galaxy tab?

dan saya cuma bisa nulis satu kalimat “biar keren kayak yang lain” hehehe.

Bahkan saya nggak tahu fungsinya. Akhirnya saya berhenti mencari informasi tentang harga dan spesifikasi galaxy tab yang saya inginkan. Saya nggak ingin terhipnotis dengan iklan-iklan itu. Ogah ah..takut..takut tergoda. hihihi.

Dan sekarang saya nyoba untuk nggak peduli. Mau diiming-imingin ntar bisa begini ntar bisa begitu dengan  galaxy tabnya, atau ada yang komentar ‘masa KTS nggak pegang tab? kalah sama penyiarnya…” saya coba anggap itu sebagai angin lalu saja. Bukan provokasi…karena saya ini orangnya kalo diprovokasi buat beli-beli gituan, biasanya sih nurutin…

nggak-ah..jangan sekarang..nanti aja..kalo udah tahu bener-bener butuh.baru deh beli…

tapi..butuh buat apa ya?

Published in: on December 14, 2011 at 12:28 pm  Comments (4)  
Tags: , , , , , ,

Post #58 : Haruskah Selebriti Bertanggung Jawab Secara Moral Atas Produk Yang Diiklankannya?

Panjang ya judulnya…padahal mungkin tulisan ini tidak sepanjang judulnya. Katakanlah, ini hanya sekedar opini dari seorang saya yang banyak heran dan banyak tanya. Sebenarnya pertanyaan ini sudah ada di kepala saya sejak lama. Sejak seorang teman memergoki seorang selebriti menyimpan produk kopi X di mobilnya. Padahal si selebriti ini menjadi bintang iklan produk Y. Oh ya, memegorki disini bukan berarti dia melihat langsung daleman mobil si artis, tapi dia melihatnya via tayangan infotainment. Menurut saya, lebih parah malah. Karena bisa jadi, bukan hanya teman saya yang melihat, tapi orang lain juga.

Belum lagi soal pertanyaan..Benarkan si AM itu pake hp Beri Biru itu? Seorang AM gitu lhoh? Pake beri Biru? Dia bilang “pilih yang saya pilih”…terus si RC berpose dengan memegang HP China…dan saya lihat si grup band itu tuh…jadi bintang iklan HP Y…padahal setahun yang lalu mereka sibuk promo Hp merk Z.

Teman saya bertanya “bener nggak sih si dia pake sabun merk itu?” secara dia gitu lhoh??!! Pertanyaan menarik. Apakah benar setiap seleb yang jadi talent sebuah iklan produk benar-benar memakai produknya? Atau hanya sekedar jadi talent-nya saja? Kira-kira apa kata masyarakat yang menemukan fakta bahwa sang artis yang jadi alasan mereka menggunakan produknya ternyata memakai produk lain?

Kira-kira, ketika disodori tawaran untuk menjadi talent sebuah produk tertentu, apa ya yang ada dibenak sang artis? Tidak ada yang lain kecuali duit kah? Jika dan hanya jika, sang artis bukan pengguna produk tersebut tapi menjadi bintang iklan nya, what were they thinking? Adakah mereka berpikir soal tanggung jawab moral kepada produsen – pihak yang menjadikan mereka menjadi ‘wakil’ dan juga kepada konsumen yang menjadi sasaran mereka?

Karena sejatinya seorang artis yang menjadi model iklan suatu produk, secara tidak langsung juga menjadi spoker person dari produk yang bersangkutan. Makanya saya heran ketika melihat TK tiba-tiba jadi bintang iklan syampu S, padahal nggak ada setahun lalu dia jadi bintang iklan produk perawatan rambut merk M…dan di iklan syampu S dia bilang rambutnya merah dan nggak terawat..Nah lho??! Jadi selama ini dia nggak pernah pake produk perawatan M donk?? Terus si model cantik M yang jadi bintang iklan syampu merk P. Padahal dulu dia jadi bintang utama syampu S. Kontrak abis…kesetiaan pada satu produk juga habis…?

Bingung ya ngelihat banyak kutu loncat?

Sebagai penyiar, kadang-kadang saya juga merasa sangat bersalah jika harus membacakan sebuah adlib dimana produknya tidak saya pakai. Hehehehe. Lebay sih…padahal tugas saya kan tinggal baca…udah! Tanggal gajian tinggal terima duit, susah amat. Tapi jujur, deep inside of my heart ada rasa bersalah..kenapa saya yang nggak pake operator seluler A begitu menggebu-gebu menyarankan orang untuk memakai produk tersebut sementara operator saya M? hihihi…

Apakah salah jika saya harus merasa bersalah? Salah ya? *garuk-garuk kepala*

Makanya, kalo si mbak A bilang “saya? Jadi duta shampoo lain?” *bingung..terus ngakak dan bilang Uups!” saya jadi melihatnya sebagai tanggung jawab besar yang harus dipikul sampai selama mungkin. Dalam hati saya bilang..”bener ya mbak…lain kali jangan sampai saya lihat mbak ngiklanin shampoo merk lain?”

Saya salut pada selebritis yang ketika ditawari buat ngiklanin sebuah produk dia bakal tanya kepada dirinya sendiri “apakah saya pengguna produk itu?” setidaknya…”bersediakah saya menggunakan produk itu?” karena nggak mungkin saya ngajakin orang buat beli sebuah produk kalau saya saja ogah make produk tersebut.

Nah, ada nggak ya seleb yang begitu?

Kira-kira…si Om DM itu makan sosis SN juga nggak ya?

Published in: on September 13, 2011 at 9:37 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,