Post #90 Antara Lagu Dan Perasaan Galau Itu

Beberapa hari ini saya sedang senang mendengarkan MP3 menjelang tidur. Zen Vplus dari Creative ini saya isi dengan lagu-lagu mainstream yang easy listening. :) Mohon maaf, sebagai seorang Music Director sebuah radio, pilihan lagu saya memang mainstream bukan main. average dan tidak edgy. Bahkan cenderung cheesy. :D

Cuma ada satu playlist disana, saya kasih nama MP3KU. Isinya ya itu tadi..lagu-lagu cinta macam punya James Morrison, Matthew Morrison, Pixie Lott, Snow Patrol, The Wanted, dan masih banyak lagi.

Nah, malam-malam belakangan ini, lagu-lagu itu saya setel lewat active speaker murah meriah. Sambil lampu dimatiin, sampai saya tertidur, dan MP3 sudah tidak lagi mengacak lagu setelah itu off sendiri.

Postingan ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan pagi ini ketika saya berangkat ke kantor. Jarak dari kosan ke kantor cukup untuk mendengarkan beberapa lagu diangkot. Dan kebetulan saja, lagu-lagu yang keputer itu adalah lagu-lagu jaman saya masih seriiiiing banget galau.

Di angkot saya senyum-senyum sendiri sambil ngebayangin jaman saya masih muda dulu. Jaman dimana istilah galau belum dikenal. Ah, masih inget aja masa-masa jatuh cinta dan patah hati. Tapi kok, saya kangen ya masa-masa itu?

Sungguh, saya kangen. Kangen sama perasaan sedih itu, kangen sama perasaan marah itu, kangen sama perasaan rindu itu, semuanya! Kangen apa yang saya rasakan ketika mendengarkan sebuah lagu – yang saya pas-pasin liriknya dengan cerita cinta saya. Hihihihi. Beneran saya kangen. Karena sekarang udah nggak pernah ngerasain itu lagi.

Snow Patrol Chasing Car….

Vertical Horizon Best I Ever Had…

bahkan mungkin lagunya Rye Rye dan Robyn Never Will Be Mine…

hiihihi…lucu

Tapi beneran, ketika melihat semua masa-masa yang sudah lewat itu dari apa yang sudah saya dapat sekarang, ternyata tidak terlalu buruk juga kok. Jadi ketika ada orang yang bilang hidupnya sengsara karena galau tak berkesudahan, kok malah saya bilang kalo saya iri ya? Hahahaha.

Saya rasa, saya hanya ingin bilang kepada semua orang yang sedang galau dan sedih sepanjang malam, nikmati saja sedih itu :) sungguh, nikmati saja, karena ada masanya nanti Anda akan bahagia. Tidak lagi sedih dan resah. Semuanya pasti akan berakhir.

Mumpung masih bisa galau, menggalaulah sepuas-puasnya…kalau sedih dan pengen nangis, nangislah senangis-nangisnya…karena suatu saat anda pasti akan tertawa lebar dan puas.

karena bahagia tentunya :)

HIDUP GALAU!   http://www.emocutez.com

Published in: on November 11, 2011 at 9:24 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , , , , ,

Post #81 Kadang…”Berselingkuh” Itu Perlu

semoga judul diatas tidak membuat orang jadi rame-rame selingkuh…hehehe..

Buat saya pribadi, saya nggak akan memaafkan pasangan saya yang berselingkuh. Pun diri saya sendiri, jika saya melakukan perselingkuhan. Tapi terkadang jebakan untuk menikmatinya memang luar biasa..

Dalam pandangan saya, selingkuh itu ada kriterianya

  1. Mikirin orang lain- you know what i mean siapa orang lain disini, saat kita lagi jalan ama pasangan kita
  2. Flirting pas lagi nggak bareng sama pasangan kita. Bisa sms-an, telponan, atau bahkan ketemu tanpa pasangan kita tahu
  3. Udah pake fisik. You hug with passion, you kiss with passion, and make out with passion

Jadi intinya, yang namanya selingkuh itu bisa dimulai dari pikiran dan berlanjut sampai ke hubungan badan. Hehehehe.

..

Lalu, saya termasuk peselingkuh yang mana?

Saya termasuk yang pertama dan kedua. Moga nggak lanjut sampai yang ketiga. Hahaha. Jadi begini. Kadang-kadang, kita nggak pernah tahu akan bertemu dengan siapa dalam situasi yang seperti apa. Jujur saja, ketika Anda bertemu dengan mantan pacar, atau orang yang pernah Anda taksir, bagaimana perasaan Anda?

Saya yakin pasti ada yang “ser-ser”an didalam sana *nunjuk ke dada- lalu senyum*

ya kan? udah…ngaku saja… :)

Ditambah lagi jika suasananya mendukung. Anda sendirian tanpa pasangan, lalu ngobrol..lalu mengingat masa lalu, belum lagi saat itu Anda mungkin sedang berada dalam situasi yang kurang menyenangkan dengan pasangan Anda, wah..ini kesempatan.

Pun terkadang, walau anda sedang tidak bermasalah dengan pasangan Anda, godaan selingkuh itu masih tetap saja datang.

Saya, sedang tidak ada masalah dengan pasangan saya. Malah saya pikir pasangan saya sangaaaaaaaaat baik. Dia mencintai saya apa adanya. Baik kekurangan saya dan kelebihan (berat badan) saya. :) Dia sering bilang begitu…saya malah dilarang kurus…nanti nggak enak lagi kalo dipeluk *ngikik*

Tapi ya…seperti yang sudah saya bilang, bahkan ketika semuanya berjalan normal, ketidaknormalan itu pasti saja ada dan bisa mengganggu.

Saya termasuk yang tergoda.. :)

Ketemu sama orang yang dulu pernah saya taksir bikin saya lupa diri lupa pacar. Jujur…nggak pake cuma ngobrol..tapi dengan sedikit sentuhan tangan dan sedikit pelukan. Saya selingkuh? Ya. saya selingkuh. Saya menikmati waktu bersama dia soalnya. Rasanya….seneng. Ya..seneng…

Tapi nggak lama..karena kemudian saya jadi merasa bersalah. :) Ini bukan hal yang seharusnya terjadi, tapi tetap saja kejadian. Dan saya menyesal.

Apalagi belakangan saya tahu, orang yang saya taksir ini…uhhhm..katakanlah…tidak sebanding dengan si dia…saya jadi makin nyesel. Semalem di kereta dalam perjalanan pulang saya ke semarang, saya nangis, nyesel udah “nyakitin” hati pacar saya. serius…cengeng banget ya saya? Tapi memang begitulah…

Dan kemudian saya (kembali) tahu, bahwa pasangan saya memang luar biasa. Walau kadang bikin bete, tapi urusan cinta, saat ini dia memang nggak ada bandingannya. Okelah, kadang dia juga suka jelalatan kalo liat yang lebih ganteng dari saya…tapi saya pikir sih biasa saja. saya yakin, yang lebih nggwantweng diluar sana, cintanya juga nggak lebih besar dari punya saya? hahaha.

Saya jadi mengambil kesimpulan, terkadang, selingkuh itu perlu untuk sadar bahwa apapun itu, ini hanya hubungan dan perasaan sesaat. Ada banyak hal yang harus dikorbankan demi sebuah perselingkuhan. Dalam kasus saya, ada seseorang yang jauh lebih baik diluar sana yang pastinya akan sangat sakit hati jika saya melakukan lebih dari apa yang sudah saya lakukan. Dan mengetahui fakta itu, saya sadar bahwa saya tidak bisa melakukan lebih dari sekedar ngobrol dan sedikit pelukan.

Dan saya mengakhiri drama ini dengan sebuah SMS “Thank you for loving me this much…” pada pacar saya… :) dan tidak menyimpan nomer handphone “selingkuhan” saya…hahaha.

and i promise to my self…that i wont let my self trapped into a seduction of disloyalty. enough is enough…that’s not worth to messed up.

Published in: on October 31, 2011 at 1:39 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,