Beberapa hari ini saya sedang senang mendengarkan MP3 menjelang tidur. Zen Vplus dari Creative ini saya isi dengan lagu-lagu mainstream yang easy listening.
Mohon maaf, sebagai seorang Music Director sebuah radio, pilihan lagu saya memang mainstream bukan main. average dan tidak edgy. Bahkan cenderung cheesy.
Cuma ada satu playlist disana, saya kasih nama MP3KU. Isinya ya itu tadi..lagu-lagu cinta macam punya James Morrison, Matthew Morrison, Pixie Lott, Snow Patrol, The Wanted, dan masih banyak lagi.
Nah, malam-malam belakangan ini, lagu-lagu itu saya setel lewat active speaker murah meriah. Sambil lampu dimatiin, sampai saya tertidur, dan MP3 sudah tidak lagi mengacak lagu setelah itu off sendiri.
Postingan ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan pagi ini ketika saya berangkat ke kantor. Jarak dari kosan ke kantor cukup untuk mendengarkan beberapa lagu diangkot. Dan kebetulan saja, lagu-lagu yang keputer itu adalah lagu-lagu jaman saya masih seriiiiing banget galau.
Di angkot saya senyum-senyum sendiri sambil ngebayangin jaman saya masih muda dulu. Jaman dimana istilah galau belum dikenal. Ah, masih inget aja masa-masa jatuh cinta dan patah hati. Tapi kok, saya kangen ya masa-masa itu?
Sungguh, saya kangen. Kangen sama perasaan sedih itu, kangen sama perasaan marah itu, kangen sama perasaan rindu itu, semuanya! Kangen apa yang saya rasakan ketika mendengarkan sebuah lagu – yang saya pas-pasin liriknya dengan cerita cinta saya. Hihihihi. Beneran saya kangen. Karena sekarang udah nggak pernah ngerasain itu lagi.
Snow Patrol Chasing Car….
Vertical Horizon Best I Ever Had…
bahkan mungkin lagunya Rye Rye dan Robyn Never Will Be Mine…
hiihihi…lucu
Tapi beneran, ketika melihat semua masa-masa yang sudah lewat itu dari apa yang sudah saya dapat sekarang, ternyata tidak terlalu buruk juga kok. Jadi ketika ada orang yang bilang hidupnya sengsara karena galau tak berkesudahan, kok malah saya bilang kalo saya iri ya? Hahahaha.
Saya rasa, saya hanya ingin bilang kepada semua orang yang sedang galau dan sedih sepanjang malam, nikmati saja sedih itu
sungguh, nikmati saja, karena ada masanya nanti Anda akan bahagia. Tidak lagi sedih dan resah. Semuanya pasti akan berakhir.
Mumpung masih bisa galau, menggalaulah sepuas-puasnya…kalau sedih dan pengen nangis, nangislah senangis-nangisnya…karena suatu saat anda pasti akan tertawa lebar dan puas.
karena bahagia tentunya