semalam saya ikut kelas pencerita
Oke, awalnya saya ngelihat lini waktu Twitter tentang acara ini.berikutnya, saya sepertinya butuh bersosialisasi dengan orang-orang baru dan kegiatan baru. Dan sepertinya acara ini menarik.
Indonesia bercerita, gerakan yang sepertinya oke juga dan saya rasa memang begitu. kembali ke masa dimana saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Kalau tidak salah…kelas 5 atau 6 SD, ternyata saya ini memang sudah berminat dengan kegiatan bercerita.
Percaya tidak percaya, saya pernah beberapa hari diundang ke rumah temen saya. Disana saya dikasih mic, dan saya terus disuruh cerita. Di depan banyak anak-anak kecil. Imbalannya saya masih ingat, duit 500 perak dan makan siang gratis. Argh, dulu saya memang “murahan” Hahahaha. Dan saya cerita dengan kisah karangan saya sendiri, tentang putri dan pangeran..biasa, jaman itu anak kecil juga seneng dengan kisah begituan..
Dan ikut kelas bercerita semalam membawa saya ke kenangan itu. Melihat bagaimana Kak Maya dan Kak kempho – salah satu tutor di acara ini, saya kembali mengingat betapa kegiatan bercerita ini memang sangat menyenangkan.
saya sendiri tidak tumbuh dengan orang tua yang senang bercerita. Jangan bayangkan ibu atau ayah saya meninabobokan saya dengan cerita si Kancil Nyolong Timun atau Si Kancil lawan si Buaya dan lain sebagainya. Saya tumbuh dengan cerita-cerita drama radio macam Brama Kumbara, Tutur Tinular, atau Nyi Pelet. Bukan jenis cerita yang cocok buat anak-anak saya rasa..Hahaha.
Tapi bukan berarti saya tidak kenal dengan kisah-kisah atau dongeng. Saya masih inget, ayah membelikan saya 2 kaset produksi sanggar cerita. Satu kaset isinya 2 cerita. Bolak balik. Satu cerita yang masih saya inget sampai sekarang adalah cerita tentang ratu kupu-kupu. Ini ceritanya tentang seorang anak perempuan bernama Ima yang suka menangkap dan menyiksa kupu-kupu dan kemudian dia dihukum oleh bangsa kupu-kupu dan bertukar tempat. Kalau dulu dia yang memburu, sekarang dia tahu bagaimana rasanya diburu. Dan akhirnya Ima pun sadar.
saya masih inget penggalan lagunya – karena biasanya sanggar cerita itu juga menyertakan lagu untuk tiap cerita.
“Kupu-kupu yang lucu…lewat mimpi dan tangis anakmu…Tuhan tlah membuat Ima terharu..dan jadikannya Ratu Kupu-Kupu..”
Hahahahaha..sumpah! Lagu itu dulu manis sekali…
selain sanggar cerita, ayah juga membelikan saya kaset cerita Zorro. saya suka mendengarkan kaset ini berulang kali bersama dengan teman-teman saya. Kalau biasanya saya lihat film kartunnya, saat itu saya pikir ternyata Zorro juga bisa bahasa Indonesia! Bahkan saya sempat mikir, jangan-jangan Zorro memang orang indonesia?
Ya…tumbuh dengan banyak cerita – meski bukan dengan orang tua yang duduk manis bercerita, tapi saya sepakat dengan Kak Maya dan Kak Kempho semalam, bahwa mendengarkan cerita atau dongeng, mampu membuat daya kreatifitas seorang anak tumbuh dengan baik.
saya juga merasakannya. ketika mendengarkan cerita, saya bisa melanglang buana menciptakan khayalan saya sendiri berdasar apa yang saya dengar. saya merubah cerita yang saya ikuti menjadi gambar dibenak dan pikiran saya. Makanya, sejak SD pun saya sudah belajar membuat cerita pendek saya sendiri, meski hasilnya nggak karuan. Bahkan cenderung tidak logis. Hihihihi.
Seiring bertambahnya usia, saya sudah tidak lagi menjadi pendengar. Cerita lewat audio berubah menjadi cerita baca. Dari sejak SD saya gemar membaca buku-buku cerita macam Lima sekawan, trio detektif sampai komik chinmi. Dan sekarang pun masih suka baca novel, tentu saja dengan cerita yang lebih sesuai….
Melihat ada kegiatan semacam ini, saya merasa ini adalah sesuatu yang penting. Kebetulan saya juga punya keponakan kecil yang pengen saya dongengin kalo dia mau tidur. Sayang, dia tidak bisa setiap waktu bersama saya. Saya melihat, orang tuanya sendiri bukan tipe orang tua yang mau mendongeng buat anaknya. Saya rasa ini masalah kebiasaan saja. Padahal saya sudah membelikan banyak buku cerita dengan harapan orang tuanya mau menceritakan apa yang tertulis didalamnya. Tapi…mungkin butuh waktu.
Saya kangen mendongeng…apalagi setelah melihat Kak Kempho berdemo semalam. Saya tertawa terbahak-bahak…ketika dia melucu. ketika dia merubah suaranya menjadi banyak jenis…saya juga sedikit bisa seperti itu…itulah kenapa, saya pengen juga bisa mendongeng seperti kak Kempho.
pendongeng itu juga seperti seorang aktor…dia harus pintar-pintar membawakan karakter dalam dongengnya…itu juga yang pengen saya pelajari. Bukan karena saya pengen jadi aktor sih..hehehe.
BTW, karena dongeng juga saya ini pernah bercita-cita jadi dubber lho?
Jadi saya rasa, kegiatan semalam itu memberikan banyak hal buat saya, slain tumbler hadiah karena sudah ikut berpartisipasi tentunya, hahahaha. Lebih dari itu, saya dibawa kembali ke masa kecil saya…
masa yang penuh dengan dongeng dan cerita…
*mohon maaf saya nggak pake foto atau gambar, semalem nggak bawa kamera saku karena lupa nge-charge baterenya..hihihi
Like this:
Be the first to like this post.