Post #92 Real Steel Is A Real Deal

Cengoh, nggak ada kegiatan, perlu sebuah spontanitas untuk bisa mengisinya dengan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Pulang kerja, disambut kejadian yang tidak menyenangkan – tapi kemudian masalahnya beres, saya punya ide untuk pergi nonton. Bareng sama sodara satu kos, saya gerak cepat mewujudkan ide saya..hahaha.

Padahal semalem itu udah jam 9 lebih 15 menit, filmnya main jam setengah sepuluh. Ditambah lagi situasi jalan raya seputar Simpang Lima macet dan ditutup karena sedang ada acara besar, saya dan @syakirachyar mencari jalan tikus untuk bisa masuk ke parkiran gedung. Belum beli tiket pula, sempet khawatir kalo filmnya udah main, atau parah-parahnya kehabisan tiket padahal sudah susah payah.

Eh tapi, kami cukup beruntung, dapet spot nonton yang enak dan nggak telat pula. Pas nyampe didalam teater, trailer film-film lawas itu sedang diputer. Teeeettt!! Tidak tertarik. Udah nonton di Star Movies. Dan film utamanya pun dimulai.

I’m not a big fans of Hugh Jackman, but i can say he’s good. :)

Real Steel is a movie about robot, boxing, family, and love. Ngeliat traillernya tempo hari saya jadi pengen nonton film ini. Hugh Jackman, dapet peran sebagai pensiunan petinju bernama Charlie Kenton. Sama seperti para penonton yang senang bertaruh pada pertandingan tinju yang mereka nikmati, hidup Charlie sendiri penuh dengan pertarungan dan pertaruhan. Punya hutang disana-sini, dikejar-kejar debt collector, udah jadi santapan sehari-hari.

Suatu waktu di tahun 2020, manusia sudah tidak lagi menikmati pertandingan tinju Konvensional. between man to man, but there’s a robo boxing in that time. Baja-baja tebal itu beradu kekuatan dengan pengendali jarak jauh yang dimainkan oleh tuannya. Dan Charlie pun terlibat dalam bisnis Robo Boxing ini.

Saat nasibnya sedang tidak baik, Charlie harus menghadapi kenyataan bahwa mantan pacarnya – yang ditinggalkan dengan seorang anak, meninggal. Anak semata wayangnya, Max Kenton, pun menjadi tanggung jawab si ayah biologis. Hubungan mereka kemudian berlanjut dengan sangat cepat dan ternyata Max juga punya ketertarikan yang sama dengan Charlie.

Disuatu malam, ketika mereka berdua menyelinap ke sebuah gudang penyimpanan bangkai suku cadang Robot, Max menemukan sesosok robot yang terkubur dalam tanah. Max percaya bahwa robot ini bisa menjadi robot yang hebat. Namanya Atom. Dan benar saja, meski Atom adalah bukan robot tipe petarung, tapi dengan niat dan kegigihan Max, Atom bisa menjadi robot yang luar biasa.

Ceritanya sampai juga ke pertarungan robot, drama pertandingan diatas kanvas, dan menang-kalah kemudian jadi hal yang seru.

Real Steel is an AWESOME movie! Digarap dengan kesederhanaan cerita, kecepatan alur, dan kemampuan mengaduk-aduk emosi, membuat film ini menjadi luar biasa dimata saya. Tidak ada yang istimewa dari desain robot di Real steel ini. Robot juga tidak menjadi tokoh utama, lain halnya dengan Transformer. Saya pikir, Real Steel akan jadi seperti film satu itu. Yang penuh dengan adegan blegedar-blegeder. But this is different.

Bisa jadi karena Shawn Levy yang duduk di kursi sutradara. Dia memang sudah terbiasa dengan film bergenre drama fantasi keluarga. Masih inget Night At The Museum? Nah..itu salah satu karyanya. begitu pun Real Steel. Nuansa film drama keluarganya tetap terasa. Terlebih lagi tokoh Max yang cerdas, dan cenderung cocky dan percaya diri seperti ayahnya, mampu menjaga emosi penonton, ehm..saya maksudnya. Nggak tahu dengan yang lain :)

Nonton film ini saya jadi inget sama film Champ yang pernah saya tonton di Metro TV bertahun-tahun yang lalu. Kalo nggak salah film itu dibintangi sama John Voight, ayah dari Angelina Jolie dan Ricky Schoerder. Wuih, nonton film itu bikin saya nangis sengguk-sengguk. Eh tapi, Real Steel nggak sampai bikin saya segitunya. Walau iya juga bikin saya terharu.

Hubungan ayah dan anak, tinju, dan drama keluarga, adalah ramuan yang hampir mirip dari keduanya. hanya saja Champ minus robot tentunya.

Yang pasti spesial efeknya lumayan mumpuni. Ada Steven Spielberg dikursi produser juga, saya rasa film ini memang A Real Deal To Watch!

and please…nonton di Cinema aja..lebih seru!

update : saya kasih clip film The Champ – ini ending scene-nya..kasih tahu ya…anda nangis nggak lihat scene ini?

Published in: on November 12, 2011 at 8:57 am  Leave a Comment  
Tags: , , , , , , ,

Post #64 Final Destination 5

semalem akhirnya saya nonton film ini di E-Plaza semarang. Sendirian. Ah- udah lama nggak jalan-jalan dan nonton sendiri. :-D

saya nonton yang jam 7.50 malam. Nggak rame kok. Bisa dapet kursi yang paling atas nyempil di antara pasangan-pasangan mesra dan seorang bapak dan anak remajanya. Suer..ini bapak anak…bukan yang lain. :-D

FD 5 ini..opening scene-nya mengingatkan saya pada franchise Final Destination 4 yang saya tonton di teater yang sama tahun lalu.

Dari segi cerita sih, mau dari pertama sampai terakhir, ceritanya ya gitu-gitu aja. Diawali dari premonition tokoh utamanya, abis gitu ada kecelakaan, survivor, dan sang malaikat kematian yang “tidak rela” dirinya dicurangi menuntut balas dengan mengambil nyawa sang survivor satu persatu.

Saya termasuk yang ngikutin film FD dari 1-5. Dan memang, nggak bisa disangkal, film pertamanya tidak bisa disaingi dengan sequel-sequel selanjutnya. Meski begitu, orang selalu penasaran dengan apa yang akan mereka lihat dari film ini, karena toh mereka sudah tahu bagaimana story line film ini.

Kalau di film pertama proses kematiannya berjalan menarik dan digambarkan cukup realistis, mulai dari seri yang kedua hingga terakhir, kematian ditampilkan dengan proses yang lebih mengerikan, darah muncrat dimana-mana, dan bahkan kadang terlihat konyol dan nggak masuk akal.

Dan sebenarnya ini adalah satu-satunya nilai jual dari film horror yang satu ini, membuat penonton penasaran dan deg-degan melihat adegan-adegan kejutan.

Tapi sungguh, selesai menonton FD 5 saya merasa ini adalah cara yang cerdas untuk mengakhiri rangkaian film Final destination. saya tidak berharap film ini akan seperti SAW yang hampir bisa dibilang jadi seperti film seri.

And you know what..ternyata FD 5 ini adalah PREQUEL dari FD 1!!!!! Damn SHIT!! this is so awesome!

menurut saya ini cara cerdas! untuk mengakhiri perjalanan FD selama ini…i hope nggak ada lagi FD lainnya di tahun2 depan. But you know hollywood, money makes everything possible.

Oh ya, ceritanya bermula ketika rombongan karyawan muda hendak melakukan retret bisnis yang diadakan di tempat mereka bekerja. Ketika sampai di sebuah jembatan gantung, jembatan itu runtuh dan ada beberapa dari mereka yang selamat. Dan kemudian berlangsunglah pembalasan dendam dari sang maut.

Dan ternyata….mereka ini adalah tokoh2 di tahun 2000, bahkan sebelum tokoh2 di FD 1 mengalami hal yang sama, karakter2 di FD 5 ini mengalami hal yang sama. Dan pesawat yang meledak di udara di adegan FD 1, ditumpangi oleh karakter yang ada di FD 5 ini.

Bingung??? nonton sendiri saja dan semoga anda sama senangnya dengan saya.

Serius, saya bener-bener menganggap ini adalah alur yang cerdas…setelah 4 film, akhirnya prequel justru muncul di film ke 5! Awesome!

cuma ya itu, jadinya aneh ketika melihat FD 5 ini penuh JROOT and JROOOT seperti dil film 3 dan 4, kalau mengingat kembali FD 1 rasanya ada yang salah.

spesial efeknya terlalu mumpuni untuk sebuah film yang ceritanya diset jauh sebelum cerita di film pertamanya. Tapi itulah hollywood, kadang-kadang logika seperti ini suka kelewat..

hehehe..