Post #121 Akademi Berbagi : Public Speaking Part 2

Mari lupakan sejenak rasa lelah karena pindahan ini…dan mari berbagi bersama Akber.

Hari Rabu lalu, saya menghadiri kelas akademi berbagi di gedung Indosat Pandanaran. Kelas akademi berbagi kali ini menghadirkan Praktisi Public Speaking namanya Mas raditya Prabowo. Dulu saya tahunya beliau itu adalah presenter di salah satu TV lokal di Semarang. Eh ternyata, usut punya usut, beliaunya ini dulunya juga penyiar di radio swasta, di kota yang sama. Ah, memang, dunia penyiar radio dan TV presenter itu memang nggak bisa jauh-jauh.. :)

Ini adalah rangkaian kegiatan kelas Akademi Berbagi yang kedua. Sebelumnya mbak Gita ( @mbitmbot ) membagikan ilmu dasar tentang komunikasi dan public speaking. Dan untuk episode yang kedua ini giliran mas Radit menjadi pak guru.

Malam itu Mas Radit membagikan ilmunya tentang kiat-kiat berbicara di depan umum dengan melatih vokal kita. Ada banyak trik yang bisa dilakukan ketika menjadi pembicara yang harus berdiri di depan orang banyak dan membagikan materi. Bagaimana supaya waktu yang tersedia selama menyampaikan materi bisa efektif sehingga pesan yang disampaikan bisa dimengerti oleh audiens. Dan saya, mendapatkan banyak hal dari kelas malam itu.

"Pak guru"

Seorang teman bilang “Lhah, kenapa saya ikut? Vokal saya kan sudah bagus, apa yang mau diolah lagi?”

Buat saya, belajar itu nggak ada batasannya. Meski dia bilang harusnya saya juga bisa menjadi praktisi yang berdiri di depan kelas, tapi saya merasa saya masih belum layak untuk menjadi guru. Saya masih perlu banyak belajar. Okelah, saya punya cukup pengalaman, tapi belum tentu pengalaman yang saya punya itu sudah cukup untuk bisa membuat saya berdiri di depan kelas. Saya masih butuh BANYAK belajar.

Nyatanya, saya mendapatkan sesuatu yang mungkin selama ini saya tidak dapat, atau setidaknya saya teringat pada sesuatu yang sudah saya dapat tapi saya lupakan.

Dan ternyata memang, menjadi penyiar selama kurang lebih 11 tahun belum mampu membuat saya menjadi pembicara yang baik. Kadang-kadang saya sering merasa kurang percaya diri, sering gugup dalam memulai sesuatu, atau malah tidak tahu apa yang harus saya lakukan supaya audiens tertarik dengan apa yang ingin saya sampaikan.

Menjadi pembicara yang disukai itu memang tidak mudah. Ada banyak hal-hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kemampuan olah vokal yang baik, dimana olah vokal ini juga perlu ditunjang dengan beberapa lainnya seperti :

  1. Intonasi
  2. Artikulasi
  3. Penguasaan audience
  4. stressing / penekanan
  5. pengaturan olah nafas
  6. (dan masih banyak lagi)

Nggak gampang memang, tapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Sedikit banyak saya mendapatkannya selama praktek jadi penyiar. Tapi malam itu saya melakukan pengayaan materi, dan semoga bisa berguna.

siswanya - saya dibelakang kamera

Akademi berbagi sendiri adalah sebuah “sekolah informal” saya menyebutnya begitu. Digagas oleh mbak Ainun Chomsun, dimana kegiatan akademi berbagi ini memang sebagian besar berfokus pada berbagi ilmu antara praktisi di bidang tertentu dengan peserta atau siswa.

Selain ngumpul, peserta bisa saling bertukar ilmu dan informasi. Sharing dengan Pak Guru atau Bu Guru-nya, dan yang menyenangkan, akademi ini gratis! Nggak bayar…Coba bayangkan kalau kita ikut kelas public speaking, harganya pasti juga lumayan nampol. Betul?

Jadi..lumayanlah kalo bisa ikut kelas di Akademi Berbagi ini. Cuma, memang biasanya, pesertanya juga masih yang itu-itu saja. Diharapkan, kegiatan seperti ini juga bisa meluas dengan cakupan yang lebih lebar lagi. Dalam artian, kelas juga bisa dipromosikan tidak hanya melalui sosial media, tapi juga dari media lain. Karena menurut pengamatan saya, pesertanya juga memang orang itu-itu saja. Di setiap kegiatan..ada orang ini..ada orang itu…sedikit yang orang-orang baru seperti saya. Semoga kedepannya kuotanya bisa lebih banyak lagi.

Mungkin kita perlu mengajak teman kita yang sebelumnya nggak pernah tahu apa itu Akademi Berbagi…walopun mungkin dia tidak aktif melalui sosial media. Sehingga ada warna baru dan tujuan dari Akademi Berbagi ini bisa tercapai, yaitu memberikan pengetahuan secara informal kepada masyarakat.

kalo pengen nanya2 soal akademi berbagi, follow @pasarsapi (akun twitter-nya mbak Ainun) atau @ketanserundeng untuk kebetan ilmu public speaking yang oke.

Published in: on December 30, 2011 at 2:33 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

Post #104 Yahoo! Buka Dunia

Kantor dapat undangan dari Yahoo! Indonesia untuk menghadiri acara di Balaikota. Ini adalah Roadshow dari pihak Yahoo! untuk mengkampanyekan penggunaan internet secara sehat dikalangan pengguna internet usia muda.

Dengan bis warna ungunya Yahoo! mengunjungi Semarang. Yahoo! memilih kota Atlas sebagai tujuan berikutnya karena Semarang adalah kota yang berada dalam urutan keempat setelah Jabodetabek, Surabaya, dan Medan dalam kaitannya dengan jangkauan internet terluas yaitu 32%. Sementara Bandung berada di urutan kelima.

Kondisi ini dilihat Yahoo! sebagai sebuah potensi untuk penyebaran informasi tentang penggunaan internet yang lebih sehat dan lebih bijak. Selain itu, Semarang juga dianggap sebagai kota yang potensial dalam hal pertumbuhan komunitas online.

Hadir dalam acara itu adalah Sales Strategic dari Yahoo! Indonesia Mas Indra Hajar Aryanto dan juga Mbak Ainun Chomsun, founder dari komunitas Akademi Berbagi yang saat ini sedang naik daun dikalangan komunitas cyber. Keduanya menjelaskan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin bergabung dalam sebuah komunitas cyber melalui beberapa situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer.

Memang, masih banyak yang belum mengerti bahwa dunia maya, meski tampak tak berbatas, ternyata juga masih punya batas. Dalam artian ditengah kebebasan yang seakan tanpa aturan, etika-etika dan pembatasan tertentu diperlukan demi keamanan dan kebaikan penggunanya. Dan sayangnya, ini masih kurang disadari oleh pengguna, terutama mereka yang masuk ke dalam kategori newbie.

Saking asyiknya dengan dunia dan kesenangan-kesenangan baru, banyak rambu-rambu yang dilanggar dan kemudian justru merugikan. Inilah tugas Mas Indra dan Mbak Ainun untuk menyadarkan kembali bahwa ada banyak hal yang perlu diperhatikan demi alasan keamanan pribadi dan kenyamanan bersama ketika menggunakan internet untuk bersosialisasi.

Membangun dan Menjaga Reputasi Online menjadi tema sentral kumpul-kumpul siang itu. Karena memang tidak mudah untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas terutama di dunia maya. Sama seperti ketika kita ingin menjadi bagian dari sebuah komunitas di masyarakat, ada sebuah etika yang tidak tertulis tapi sudah menjadi kesepakatan bersama yang harus dipatuhi.

Contohnya : tentang kesopanan. Jangan harap kita akan disukai dan mempunyai banyak teman jika sikap kita menjengkelkan. Tidak didunia nyata, tidak didunia maya, orang-orang dengan tingkat kesopanan rendah pasti akan dijauhi. Nah, hal-hal seperti ini yang perlu dijadikan sebagai salah satu acuan untuk sukses membangun jejaring dengan lingkup yang lebih luas lagi.

Beberapa tips yang siang itu diberikan oleh Nara Sumber adalah tentang bagaimana memulai online adalah :

  • Anggap bahwa apa yang kita lakukan di internet ini bisa dilihat oleh semua orang sehingga penting untuk menjaga etika
  • Batasi informasi yang terlalu pribadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pencurian data demi kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan kita, menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi
  • Menjaga keramahan dan kesopanan
  • Menjadi diri sendiri dengan penuh percaya diri
  • berhenti untuk selalu membicarakan diri sendiri. Siapa orangnya yang ingin bergaul dengan orang yang self centris?
  • Pertimbangkan setiap hal yang ingin dibagi melalui posting karena bagaimanapun juga rekam jejak dari postingan kita tidak akan bisa hilang selamanya, sehingga penting untuk mereview apa-apa saja yang akan kita tunjukkan pada dunia. Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
  • Berhati-hati juga untuk bertemu secara pribadi dengan orang yang tidak kita kenal baik sebelumnya.

Selain itu ada juga beberapa hal yang berkaitan dengan bagaimana membangun komunitas online yang bisa bermanfaat. Tips-tips yang mungkin berguna adalah :

  • Temukan teman-teman baru yang mempunyai ketertarikan atau hobi yang sama dengan kita. Mempunyai teman yang sevisi dan semisi ini akan mempermudah kita untuk menjalin hubungan dengan lebih baik.
  • Yang paling penting dalam membangun jejaring adalah etika, bukan platformnya. Tools yang berupa situs-situs jejaring sosial yang kita kenal selama ini hanya sekedar alat. Yang penting adalah bagaimana menggunakannya sesuai dengan etika pergaulan.
  • Membangun komunitas itu harus fokus – penuh komitmen – dan konsisten supaya kontinuitas dari kelompok tersebut bisa dijaga dan tujuan dari terbentuknya komunitas itu bisa tercapai. Intinya biar bisa long lasting dan nggak anget-anget tahi ayam

membangun sebuah jejaring sosial itu menyenangkan. Dengan memanfaatkan media sosial melalui internet, kita bisa menghemat banyak hal. Hemat waktu dan jarak menjadi salah satu keuntungan yang bisa kita rasakan. Dengan diawali dari pertemuan melalui jaringan, kita bisa melakukan banyak hal. Beberapa diantaranya adalah memperluas jejaring, bisa dapat banyak info, bisa menambah ilmu dan pengetahuan kita dengan saling bertukar informasi, dan bertemu orang-orang yang akan melakukan banyak kegiatan positif.

Sebagai salah satu tamu undangan dari Media, saya juga wajib meneruskan informasi-informasi semacam ini kepada masyarakat. Supaya mereka juga tahu tentang internet dan penggunaannya secara bijak.

Dan salah satu teknologi yang saya manfaatkan adalah twitter. Siang itu, sambil menyimak, saya juga meneruskan apa yang saya ketahui melalui live tweet. Nggak cuma dapet feedback, saya juga dapet goody bag. :-D ada satu souvenir buat saya sebagai salah satu peserta dengan tweet paling aktif.

Berikut ini beberapa gambar yang saya ambil dari Samsung Galaxy Mini saya :

"Ainun Chomsun"

"Indra Hajar Aryanto"

"sesi tanya jawab"

"peserta"

"Mbak MC"

Buat saya pribadi, acara ini cukup menarik dan lumayan informatif. Sebagai newbie di dunia jejarin sosial saya terkadang masih terlalu membatasi diri dengan menjadi seorang self centris. Bukan karena saya sombong atau egois dan hanya mementingkan diri sendiri, tapi lebih kepada kurang percaya diri untuk saling berbagi informasi. Tapi setelah saya tahu etika dan aturannya, sepertinya saya akan pelan-pelan berubah dan belajar untuk lebih terbuka pada banyak informasi. Selama hal tersebut baik, kenapa tidak?

Terima kasih untuk Yahoo! atas undangannya. Lain waktu, saya diundang lagi ya? Oh ya? ini ada foto saya sama Mbak Ainun…ini…hobbit dan Elf. Saya hobbitnya, mbak Ainun Elf nya…habis beliaunya lebih tinggi dibandingin saya sih..hehehe.

"saya & Founder Akber Indonesia"

Ya Alloh…aku lemmmmmmuuuuuuu!!!!

Published in: on November 29, 2011 at 10:51 am  Comments (2)  
Tags: , , , , , ,