Semalam, menjelang tidur, saya sempat melihat Lini Masa Twitter (ini yang jadi biang kerok kenapa lama-lama saya bisa kena insomnia), dan saya menemukan sebuah kicauan hasil dari re-tweetan temen. Kurang lebih isinya :
“Kalau mau nyari pasangan, cari yang enak diajak ngobrol. Karena kalau kelak menua, kalian bisa ngobrol bersama. Cuma berdua”
Ameeen, praise the Lord Al Mighty. It’s true.
Kamu bisa nyari yang paling cantik. Kamu bisa nyari yang paling ganteng. Kamu bisa nyari yang putih, atau yang hitam sekalian. Kamu bisa nyari yang urakan, atau yang bertitel haji dan ulama. Mau yang calon surga ada, yang bau neraka juga bisa. Semuanya bisa kamu dapet kalau mau nyari. Tapi yang paling susah sungguh pasangan yang enak diajak ngobrol.
Saya belum menikah, tapi tahu sedikit tentang kehidupan orang menikah. Nggak usah jauh-jauh, saya melihat orang tua saya sendiri. Saya melihat mereka, saya menyerap apa yang saya lihat. Kehidupan pernikahan sama sekali tak mudah. Sulit bukan main. Dan saya menemukan bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting. Berada di urutan paling atas dari sekian banyak kriteria.
Jujur saya mengakui, ayah saya bukan tipe suami yang enak diajak ngobrol. Mama saya juga. Beliau tidak terlalu pintar karena cuma lulusan SD. Beda dengan almarhum ayah yang lebih beruntung bisa sekolah sampai SMA. Dari segi pengalaman hidup, ayah lebih baik. Pergaulannya cukup luas dibandingkan mama. Dari sini saja sudah ada perbedaan yang cukup signifikan. Mungkin karena perbedaan inilah yang bikin beliau-beliau suka ngobrol hanya seadanya. Setidaknya itu yang saya lihat.
Entah mungkin dulu jaman masih cuma berdua saja, belum ada anak-anak, mungkin intensitas ngobrol mereka lumayan. Tapi begitu anak lahir dan masalah yang satu bersusulan dengan lainnya, fokus buat ngobrol ini itu jadi berkurang dan lebih banyak diam memikirkan bagaimana langkah selanjutnya untuk tetap bertahan hidup dan menjalankan roda keluarga.
Buat saya pribadi, komunikasi itu penting. Nomer satu. Lebih penting dari sekedar tampang. Dari jaman dulu saya menganggap bahwa “Pintar Itu Seksi” Tampang oke tapi IQ jongkok sama juga boong. Sesekali nggak tahu mungkin nggak jadi masalah. Tapi kalo apa-apa serba nggak paham, itu baru masalah.
Untungnya pernikahan keduanya awet-awet saja sampai maut memisahkan…
..
..
..
Saya tidak mencari seorang jenius. Saya hanya mencari orang yang tertarik dengan apa yang saya bicarakan. Pertama itu. Karena bagaimanapun hakikatnya, saya lebih senang didengarkan dulu dibanding harus mendengarkan dulu. Kedua hal itu ada masanya. Kalau saya didengar, saya mau kok mendengar. Itu. Jadi penting untuk mencari pasangan yang enak diajak bertukar pikiran.
Ngobrol berdua dengan pasangan itu sejatinya menyenangkan. Ada kalanya saya didengarkan. Ada kalanya saya mendengarkan. Semuanya harus ada timbal baliknya. Ada orang yang bilang “nggak semua hal kecil harus diobrolin kan?”‘
Sayangnya, hanya sedikit hal besar yang terjadi dalam hidup kita. Lalu kalau mau menunggu hal besar terjadi, kapan ngobrolnya?
Hal-hal kecil yang remeh temehpun kadang bisa menjadi bahan diskusi yang menarik dan menyenangkan dengan pasangan.
Banyak pasangan gagal dengan alasan mengalami kendala komunikasi. Saya pikir, mungkin karena prinsip mendengarkan dan didengarkan tak berjalan dengan baik. Terlalu menghakimi dan over reaktif terhadap sesuatu mungkin juga yang jadi sebab banyak yang tak mampu bertahan.
Silakan bertanya pada banyak orang “Apa yang membuat Anda tertarik pada pasangan Anda?”
sebagian besar akan menjawab “Karena kami berdua nyambung…”
See? Nyambung itu penting. Dan tahunya nyambung darimana? Ya dari ngobrol.
Itulah kenapa ketika seseorang berpasangan dengan orang yang nggak enak diajak ngobrol, pasti berasa pacaran atau menikah dengan patung. Lalu kalau sudah begini apa gunanya status?
Ujung-ujungnya sakit hati karena merasa tak didengarkan.
Nggak perlu nyari yang pinter. Yang penting enak diajak ngobrol. Karena dari obrolan itu Kita jadi tahu bagaimana kita dihargai dan menghargai pribadi orang lain.
Termasuk pasangan kita.
Like this:
Be the first to like this post.