Post #70 – 2014 You Can’t Please Everyone, Ever!

Percaya dengan The Power Of “Ndilalah”? Atau memang semua sudah ada jalannya? Pikiran dan alam semesta berjalan beriringan. Apa yang kita pikirkan, itulah yang terjadi. Tapi kejadian kemarin itu memang “ndilalah” pake banget.

Ketika sore hari ngerasa kalo saya ini memang nggak bisa selalu bikin senang orang, eh lha kok malam pas siaran, ada yang kirim sms “Anda Kebanyakan Omong”. Jadi geli dan agak dongkol. Tapi yang namanya penyiar, harus punya jurus ngeles 1001 yang bisa bikin pembelaan di udara jadi tak terkesan defensif dan ofensif dong ya?

Anda kebanyakan omong bisa berarti pendengar ini sebel sama cara ngomong saya tentang putus cinta. Mungkin dia tersinggung karena suasana hatinya sedang tidak oke. Atau bisa jadi dia ngerasa kalo durasi ngomong saya terlalu lama? Nggak paham juga…

Yang pasti saat itu saya agak kesel. Agak keselnya adalah bukan karena saya sudah dikritik, tapi lebih kepada kesal karena sudah membuat seseorang kecewa dengan siaran saya. Lalu yang bisa dilakukan adalah bertanya-tanya tentang apa yang salah? Dan kemudian jadi menyalahkan diri sendiri. Saya yang nggak kompeten lah, saya yang terlalu sok tahu lah, saya yang sok pinter lah, terlalu begini dan terlalu begitu, padahal si pendengar ini cuma seneng dengerin lagu daripada denger saya ngomong. Padahal ini kan radio…radio ya harus ada penyiar ngomong dong ya? Ini kan bukan MP3 player?

Tapi semakin dipikir, semakin inget kejadian di siang hari ketika saya ngerasa kalo apa yang saya lakukan seperti tak ada benarnya. Apa yang sudah dilakukan selalu tak bisa memuaskan hati orang lain. Selalu tampak salah dan membuat kecewa. Kemudian jadi ingat sebuah kutipan “Kamu tak akan pernah bisa membuat semua orang senang”. Ya, apapun yang dilakukan, tak akan pernah bisa. Selalu saja ada orang-orang yang nggak suka, nggak terima, nggak puas, kecewa, dan menganggap saya begini dan begitu.

Ketika terima SMS tersebut saya langsung bereaksi. Ketika sesi bicara, saya singgung saja sekalian. FYI, saya ini orangnya memang lumayan blak-blakan soal ini. Kalau ada orang komplain pas saya siaran,pasti akan saya bahas. Bukan berarti saya defensif, tapi hal-hal seperti ini orang lain harus tahu. Ketika ada seorang pendengar tak puas dan mencaci maki, saya harus pastikan semua pendengar saya malam itu tahu. Bahwa siaran saya tidak sempurna. Mungkin, menurut aturan siaran, ini adalah blunder yang seharusnya tak dilakukan, karena akan membuat suasana jadi kurang nyaman, dan potensi untuk pindah channel jadi lebih besar. Tapi saya sungguh nggak pernah peduli, karena saya toh punya cara sendiri. Cara halus tentunya.

Kemudian saya meminta maaf secara terbuka karena sudah mengecewakan si orang ini, sambil saya jelaskan soal “kebanyakan omong ini”. Dan ujung-ujungnya juga sedikit ber-PSA kalau dalam hidup, kita nggak akan pernah bisa memuaskan semua orang sesuai dengan keinginan mereka. Selalu saja ada pro kontra, kebijakan yang tidak populer, kritik tajam yang menjatuhkan, dan semua komentar sampah yang menyakitkan.

Dan satu hal yang selalu jadi pegangan saya adalah sebuah niat bahwa apa yang saya lakukan (untuk orang lain) adalah benar. Tidak berniat menyakiti atau melukai. Dalam konteks siaran, dari rumah saya sudah niat kerja, menghibur orang lain, sambil mengajak mereka untuk sedikit bersenang-senang dengan mikir dan beropini lewat topik yang diangkat, kalau pun ada yang tidak suka, saya persilakan untuk tidak mendengarkan. Saya tidak berusaha untuk membuat semua orang mendengarkan saya, selama saya sudah melakukan apa yang terbaik, saya tidak perlu jadi yang terbaik. Mendengarkan radio itu hanya masalah suka tidak suka, nyaman tidak nyaman. Kalau saya sih gampang, situ nggak suka, silakan pindah, jangan bertahan dan mencela. Hanya buang-buang energi dan berpotensi menyakiti orang lain. Cari hiburan yang sesuai. Kalau tak cocok, teruslah mencari. As simple as that.

Saya memang harus terus belajar untuk tidak memusingkan hal kecil yang berkaitan dengan orang lain. Orang lain suka dan tidak suka dengan kita, itu hanya masalah pribadi yang bersangkutan. Saya juga kadang gitu kok, nggak suka sama sesuatu dan ngomel-ngomel. Contohnya sekarang, lagi gak demen banget sama Rafi Ahmad dan segala hal yang terkait dengan pernikahannya. Eneg banget kalo ngeliat soal kawinan ini digembar gemborkan sampai dibikinin acara khusus segala seakan dia orang paling penting sedunia. Tapi apa Rafi peduli? sama sekali tidak. Boro-boro peduli, kalau ketemu pun dia pasti akan bilang “Lha elu siapa?” Hehehehe.

Itulah, kita memang tak bisa selalu bikin orang senang.

Kita senyum dikira pereuz, kita nggak senyum katanya judes.

Kita ngasih katanya pamrih, kita nggak ngasih dibilang pelit.

Kita ramah katanya sok aye, kalo nggak ramah katanya sombong.

seakan semuanya tak ada benarnya….

sebagai pengingat..mungkin perlu posting beberapa gambar disini

please 1

please 2

Dear Nuno,

berhentilah membuat semua orang senang. Niatkan saja yang terbaik. Puas nggak puas, itu urusan mereka. Kalau sudah melakukan yang terbaik dan masih tak memuaskan mereka, itu masalah mereka, bukan masalahmu.

*wink*

Post #69 – 2013 Jalan Jalan Ke Pantai Drini Jogjakarta

Jumat lusa saya dan beberapa teman berangkat ke Jogja. Ini adalah sebuah piknik “embuh” yang diselenggarakan oleh kantor untuk mereka yang tempo hari nggak berangkat ke Jawa Timur. Saya termasuk. Sebenernya saya tidak terlalu antusias dengan perjalanan ini. Bukan apa-apa, saya memang tidak terlalu suka jalan rame-rame. Lebih seneng jalan-jalan sendirian atau berdua, atau bertiga, atau berempat, yang penting nggak rewo-rewo. Tapi ya sudahlah, namanya juga free trip ya kenapa enggak? Nggak modal plus dapet uang saku juga.

Tujuan perjalanan kali ini adalah Pantai Indrayanti yang ada di Gunung Kidul. Belakangan pantai ini jadi perbincangan banyak orang karena suasananya yang masih bersih. Terletak di wilayah Gunung Kidul, Indrayanti adalah salah satu dari jajaran pantai yang ada di Gunung Kidul. Tepatnya apa saja saya kurang begitu tahu, yang pasti disini ada banyak wisata pantai yang bisa dikunjungi.

Berangkat jumat pagi, rombongan tiba di Wonosari Jogja sekitar pukul 2 siang. Kami langsung cek ini ke sebuah penginapan bernama Wisma Joglo Samiaji. Tempat penginapan ini bisa dicari di google. Sebuah penginapan sederhana milik seorang pensiunan TNI (kalo ga salah). Soalnya disana ada banyak atribut ketentaraan, termasuk pesan-pesan soal Nasionalisme, hehehe.

IMG_20141010_145044

Terdiri dari sekitar 12 kamar, Wisma Joglo Samiaji adalah tempat yang tenang. Terletak di Jalan Mayang Wonosari, tempat ini cukup mudah dijangkau – kalau sudah sampai Wonosari tentunya. Tidak jauh dari jalan raya, sekitar 100 meteran, tapi suasana di tempat ini cukup tenang, dan cocok dijadikan tempat menginap murah bagi mereka yang hobi travelling in budget.

Dengan biaya sewa kamar bervariasi mulai dari 90 ribu rupiah, kita sudah bisa mendapatkan kamar yang bersih dengan fasilitas standar yang cukup memadai.

IMG_20141010_145037

IMG_20141010_144928

IMG_20141010_144934

IMG_20141010_144946

IMG_20141010_145003

Kayaknya sih tempat ini memang banyak digunakan untuk transit, mengingat dari segi budget penginapan ini memang terjangkau, dan fasilitas kamarnya sendiri nggak tergolong premium, tapi bersih dan cukup nyaman.

IMG_20141010_145312

Oh ya, setahu saya harga di atas belum termasuk sarapan. Tapi keesokan paginya ada mas-mas yang nganterin setangkup roti bakar meises coklat yang enak dengan segelas teh panas tawar (yang ini atas permintaan saya, tanpa gula).

Setelah beristirahat selama kurang lebih 2 jam, rombongan langsung jalan ke Pantai Indrayanti. Lama perjalanan menurut Blackberry Maps adalah 45 menit. Tapi semua tergantung kecepatan kendaraan. Jalan menuju ke sana sudah baik meskipun lebarnya juga nggak terlalu. Karena waktu itu berangkat sudah cukup sore buat ngejar sunset, suasana sepanjang jalan sudah cukup sepi. Di kanan kiri tampak bebatuan dan sawah-sawah tandus karena musim kering. Gunung Kidul selalu jadi highlight tiap musim panas seperti ini, karena daerah sana pasti kekuarangan air bersih. Dan nyatanya memang begitu, sepanjang jalan bisa kelihatan efek dari musim kemarau panjang saat ini.

Sebelum ke Indrayanti, kami mampir ke Pantai Drini. Sebenarnya ini bukan tempat tujuan utama wisata ini, tapi setelah jalan ke Indrayanti, menurut saya lanskap Drini malah lebih bagus. Ketika sampai disana pasang sudah mulai naik, tapi kami masih bisa melihat laguna yang terlihat karena air surut seharian.

IMG_20141010_170019

Saya memang agak takut dengan laut. Nggak tahu kenapa, nggak pernah mau masuk ke air kalau main ke laut. Hehehe. Paling ya cuma di pinggir-pinggir nya saja. Ngeri mah saya…:D Tapi suasana sore di Drini memang luar biasa…syahdu dan rada mistis…hihihi…

IMG_20141010_170002

Ini karang yang berada di salah satu sisi dari Pantai Drini. Saat itu masih agak kering, tapi air pasang mulai datang ketika rombongan berada di sana selama beberapa saat. Kurang lebih saat itu sudah pukul 5 sore.

IMG_0848

Dan ini lah sebagian rombongan yang berfoto dengan latar belakang matahari terbenam di pantai Drini.

Setelah selesai menikmati sore hari di Drini, kami menuju ke Indrayanti. Tapi sayang sudah nggak dapet Sunset. Disana nggak bisa lama-lama karena sudah keburu malam. Dan kami pun pulang ke penginapan. Malemnya, rombongan menuju ke kota buat makan di Rumah Makan Cak Koting. Menurut saya agak repot sih, karena jarak dari Wonosari ke kota Jogja hampir 2 jam. Saya sih nggak prefer kalo suruh bolak-balik begitu, karena di Wonosari juga banyak rumah makan. Tapi ya karena rencana jalannya sudah ada yang ngatur, kita mah tinggal duduk manis saja hihihi.

Paginya, kami kembali ke Drini untuk melihat Drini di siang hari. Laguna yang kemarin sore kelihatan, tertutup air pasang. Kami sempat berfoto-foto disana untuk keperluan kantor sesuai permintaan si Bos. Tapi tetep, narsis sendiri boleh dong ya?

C360_2014-10-11-07-45-18-626

Pasir pantai Drini masih bersih. Seneng ngelihatnya…semoga sampai kapanpun tetep bersih dari sampah ya?

IMG_20141011_073712

IMG_20141011_073716

Puas jalan-jalan ke Pantai Drini, kami pindah lagi ke Indrayanti dan makan siang disana. Oh ya, deket Indrayanti ada Tempat Pelelangan Ikan dimana kita bisa membeli hasil tangkapan nelayan sekitar yang masih segar dan meminta beberapa ibu yang membuka lapak disana untuk memasakannya untuk kita. Kebetulan di Bos beli ikan tengiri, tongkol, cumi dan lobster. Ikannya enak, masih segar, dagingnya lembut dan manis. Dengan sambal terasi dan bawang mentah yang Yummy, kita bisa menikmati santapan sambil memandangi ombak. Pokoknya seru.

Apakah saya pengen datang ke Pantai ini lagi? Tentu saja iya. Tapi kapan dan gimana caranya? itu yang embuh….

:D

*gambar diambil dengan kamera Blackberry Z3. Hak cipta sepenuhnya milik saya. Kalau mau mengkopi atau menyimpan dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi/publikasi, ijin dulu sama saya ya? Terima kasih.

Post #68 – 2014 Disguise

Bikin playlist dan stopped by this song…

..

..

Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone something
That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Have you ever seen your face,
In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess,
You feel far from good
Need to hide, ‘cos they’d never understand
Have you ever had this wish, of being
Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Are you waiting for that day when your pain will disappear?
When you know that it’s not true what they say about you?
Couldn’t care less ’bout the things surrounding you
Ignoring all the voices from my wall

I’m okay, I really am now
Just needed some time
To figure things out
Not telling lies
I’ll be honest with you
Still we don’t know
What’s yet to come

I’m okay, I really am now
Just needed some time
To figure things out
Not telling lies
I’ll be honest with you
Still we don’t know
What’s yet to come
Still we don’t know
What’s yet to come

 

 

#AkuRaPopo