Post #66 – 2014 Festival Kota Lama 2014

Horeeeee..Festival Kota Lama datang lagi. Acara yang ditujukan untuk menjadikan kawasan kota lama sebagai landscape yang menjadi tempat wisata sejarah ini diselenggarakan dari tanggal 19-21. Seinget saya, terakhir kali datang ke Festival ini saya datang sama Thia Nong Nong. Jalan-jalan, makan-makan, dan foto-foto. Eh sekarang udah ada lagi…

kotalama1

 

Seperti biasa, di festival ini kita bisa ngelihat banyak hal yang berbau sejarah. Nggak cuma ngomongin soal sejarah yang selalu berhubungan dengan perang, tapi sesuatu yang terjadi atau pernah ada di masa lampau, pasti punya sejarah. Tidak hanya soal peristiwa, kita bisa melihat banyak bersejarah. Barang antik. Yang tampilannya emang udah jadul, tapi nilai historis dan ekonomisnya tinggi. Banyak pedagang di seksi pasar klitikhan yang menjual barang-barang kuno.

kotalama3

 

Selain itu kita bisa menikmati wisata kuliner dari banyak tempat makan di semarang yang buka booth disini. Bayarnya juga pake uang “kuno”. INi macam uang mainan yang bisa didapat dengan menukarkan uang yang sah, sejumlah tertentu. Jumlahnya terserah kita, yang pasti untuk 1 rupiah uang kuno setara dengan 1000 rupiah.

kotalama2

 

Pelaksanaan festival kota lama tahun ini menurut saya lebih meriah, dengan beberapa improvisasi dibandingkan beberapa tahun lalu. Pengaturan spot seperti adanya seksi Kampoeng Belanda, Kampoeng Jawa, dan beberapa spot hiburan menarik yang tersebar di berbagai titik di Kota Lama, adalah salah satu perbedaan acara ini dibandingkan yang sudah-sudah.

IMG_2891

Selain itu pengaturan panggungnya juga cukup memengaruhi tata letak ruangan di acara ini. Panggung utama ditempatkan di sisi timur sehingga bagian tengah hingga barat cukup lapang sebagai tempat untuk berjalan-jalan. Tidak hanya panggung utama saja, tapi ada 2 panggung lainnya, masing-masing di Kampoeng Belanda dan Kampoeng Jawa. Sebuah panggung dengan ukuran yang lebih kecil untuk penampil dari band-band lokal Semarang.

IMG_2889

Yang pasti acara ini lebih meriah dibanding tahun lalu, mungkin akan jadi lebih baik di tahun mendatang seandainya mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen. Konon kabarnya sih, panitia agak kurang akur sama beberapa komunitas yang seharusnya bisa menjadi pendukung di acara ini. Tapi entahlah…

Oya, satu lagi. Masalah sampah masih jadi isyu, hanya saja panitia sudah cukup baik mengatasi masalah ini dengan menerjunkan tenaga sapu bersih yang siap memungut sampah yang dibuang begitu saja oleh pengunjung. Semoga makin kesini, pengunjung makin sadar ya? Kalau menikmati Festival ini juga berarti bertanggung jawab dengan menjaga area tetap nyaman dengan tidak buang sampah sembarangan.

Sampai jumpa lagi di Festival Kota Lama tahun depan!

Post #65 – 2014 The Purge : Anarchy [Movie Review]

Butuh nyali bagi saya untuk menonton film ini. Yaaaa, walaupun suka dengan film horor dan agak “jrot-jrot”, tapi kalo yang model The Purge ini emang rada bikin deg-degan. Kalo nonton trailernya sih film ini penuh kekerasan. Filmnya emang begitu. Tapi dipikir-pikir, ini bukan film bertema kekerasan yang saya tonton deh, dan ternyata plotnya juga nggak terlalu enak buat diikuti.

The_Purge_–_Anarchy_PosterThe Purge : Anarchy adalah sequel dari film berjudul The Purge yang rilis tahun lalu. Merupakan film kedua dari beberapa seri The Purge yang sudah direncanakan. Berlatar belakang Amerika di bawah pemerintahan baru yang menyebut diri mereka New Founding Father Of America berusaha menekan angka kejahatan dengan melakukan pembersihan terutama untuk mereka yang termasuk dalam kategori warga miskin. Premisnya sih, kalau semua orang sejahtera, maka kejahatan bisa ditekan.

Itulah kenapa setiap tanggal 21 mulai tenggelam matahari sampai pukul 7 keesokan harinya, semua kejahatan diijinkan untuk dilakukan dengan beberapa syarat. Diantaranya adalah tidak boleh menggunakan senjata kelas tertentu seperti roket atau granat, sementara senjata api dan tajam diperbolehkan. Selain itu, ada warga kelas tertentu yang boleh disentuh atau jadi korban pembersihan. Nah, orang-orang yang melakukan pembersihan ini adalah mereka yang termotivasi dengan uang. Sementara itu orang-orang kaya melakukan pembersihan dengan cara mereka sendiri, yaitu memberikan uang pada mereka yang membutuhkan dan membunuh salah satu anggota keluarga mereka. Jadi lebih untuk kesenangan diri sendiri sih sebenarnya.

Nah, ceritanya, di tahun 2023, pelaksanaan The Purge atau Pembersihan dilakukan untuk yang keenam kalinya. Menjelang malam hari Eva dan temannya Tanya yang bekerja di restoran harus segera pulang sebelum pelaksanaan The Purge dimulai. Sementara itu sepasang suami istri yang sedang dilanda masalah Shane dan Liz terjebak di jalanan setelah mobil yang mereka tumpangi mogok karena disabotase oleh para pembersih.

Eva dan anaknya Cali sudah sampai di rumah dan mengunci pintu. Tapi Papa Rico, ayah Eva, menyelinap pergi menuju rumah orang kaya yang akan berjanji akan membayarnya 100 ribu dollar asalkan dia mau menjadi korban pembersihan. Eva dan Cali yang panik tak bisa berbuat apa-apa, terlebih ketika tetangganya sendiri akan menjadikan mereka sebagai korban. Tapi sepasukan berpakaian hitam-hitam menyelamatkan mereka berdua. Ternyata penyelamatan ini tidak berlangsung lama, karena pasukan tersebut adalah pasukan yang dikirimkan oleh pemerintah di bawah komando seorang lelaki yang dipanggil Big daddy. Orang inilah yang akan melakukan eksekusi di jalanan dengan alasan ritual pembersihan kurang efektif untuk mengurangi jumlah orang miskin.

Sebelum Big Daddy membunuh Eva dan Cali, seorang pria bernama Leo menembak pasukan sekaligus Big daddy. Leo adalah seorang ayah yang kehilangan putranya karena dibunuh oleh pacar dari mantan istrinya karena ritual yang sama. Malam itu dia berniat untuk melakukan balas dendam, tapi terlibat dengan masalah setelah menyelematkan Eva dan Cali. Ketika mereka kembali ke mobil, ternyata Shane dan Liz sudah bersembunyi disana. Mau tak mau Leo pun harus membawa mereka berempat. Mobil mereka sempat ditembaki oleh Big daddy dan mogok di tengah jalan. Leo berniat pergi tanpa orang-orang yang dia selamatkan, tapi Eva berjanji kalau Leo akan mendapatkan mobil baru milik temannya kalau dia berhasil membawa mereka ke rumah Tanya.

Ketika sampai di rumah Tanya, keluarganya sedang berpesta untuk menghabiskan waktu sampai ritual pembersihan selesai. Tapi tak disangka, adik Tanya mengamuk dengan senjata api karena mengetahui Tanya selingkuh dengan suaminya. Lolos dari keributan itu, merekaa berlima pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat yang dirasa aman dari jangkauan para pembersih.

Bagaimanapun mereka mencoba, keberadaan para pembersih ada dimana-mana. Setelah beberapa kali lolos, mereka berlima pun ditangkap oleh sekelompok pembersih yang menyerahkan mereka pada orang-orang kaya yang sudah berkumpul di sebuah gedung. Leo dan teman-temannya pun akan dijadikan sebagai korban yang menutup ritual pembersihan malam itu. Lagi-lagi, mereka pun selamat setelah sepasukan pemberontak yang dipimpin oleh Carmelo menyerbu masuk ke dalam gedung. Mereka inilah yang menjadi pasukan pemberontak yang selama ini tidak setuju dengan ritual Pembersihan yang digagas oleh New Founding Of America.

Adegan ditutup dengan Leo yang berhasil sampai ke rumah pacar mantan istrinya. Ketika dia hendak membalas dendam, Leo pun tidak tega dan keluar dari rumah. Ketika sampai di halaman, Big Daddy menangkapnya. Saat Big Daddy bersiap-siap membunuh Leo, pacar mantan istrinya pun keluar dan menembak kepala Big daddy. Eva dan Cali datang dan membawa Leo ke rumah sakit, tepat ketika sirene tanda ritual pembersihan berbunyi sebagai tanda kalau ritual itu sudah berakhir.

Jujur aja saya belum nonton The Purge yang pertama. Langsung lompat ke The purge yang kedua ini. Buat saya, film ini cukup bikin deg-degan karena tensinya yang cukup terjaga. Dari jajaran castnya saya nggak begitu kenal, tapi film produksi Blum House yang diproduseri juga oleh Michael Bay ini pastinya cukup menarik.

Hati-hati, banyak adegan kekerasan disini. Jangan ditonton malam hari, kurang baik untuk kesehatan mental dan akan mengganggu kualitas tidur Anda.

Post #64 – 2014 The Maze Runner [Movie Review]

[spoiler alert]

The_Maze_Runner_posterSebenarnya saya agak mulai bosan dengan film bertema futuristik yang melibatkan sekumpulan pemuda, sebuah organisasi dan eksperimen mereka untuk mendapatkan sosok pemuda tangguh, lalu kemudian ada pemberontakan, pemuda yang melawan kembali organisasi jahat yang menculik mereka or what ever lah. Tapi begitulah yang sekarang sedang tren. Mungkin Hunger Games bukanlah pelopornya, tapi kebetulan saja sejak suksesnya, banyak film serupa yang juga diangkat dari novel terkenal bermunculan.

Bukan, ini bukan latah. Hanya sebuah faktor kebetulan saja. Tapi saya yakin mau tak mau orang pasti akan berpikiran kalau beberapa film itu hampir mirip satu sama lain. Setelah Hunger Games, Divergent, dan yang akan datang The Giver, saya baru saja menonton The Maze Runner.

Kalau yang satu ini datang dari buah karya James Dashner, penulis buku The Maze Runner yang rilis tahun 2007. Digarap oleh studi 20th Fox Century, The Maze Runner diserahkan pada Wes Ball sebagai sutradara. Berkisah tentang seorang pemuda bernama Thomas, yang tiba-tiba terbangun dalam sebuah lift yang membawanya ke tempat yang belum pernah dikenalnya. Thomas yang kehilangan ingatannya bertemu dengan banyak pemuda yang sudah berada di tempat tersebut selama bertahun-tahun. Membentuk koloni yang dipimpin oleh Alby, para pemuda itu membagi diri mereka dengan tugas masing-masing. Ada yang bertugas sebagai tukang kebun, dokter, dan beberapa tugas lain. Oh ya, satu lagi yang  bertugas sebagai Runner. Apa itu runner?

Jadi ceritanya, tempat dimana Thomas terbangun adalah sebuah tanah lapang yang dikelilingi oleh sebuah labirin raksasa yang akan terbuka dipagi hari dan menutup saat malam tiba. Nah, Maze inilah yang menghalangi orang-orang di koloni baru itu untuk keluar dari wilayah tersebut. Dan kehadiran Thomas seperti merubah semua yang sudah dibangun selama 3 tahun. Keadaan ini tidak disukai oleh Gally, salah satu warga senior yang agak cemburu dengan kehadiran Thomas yang langsung disukai oleh semua orang, terlebih ketika dia berhasil mengalahkan Gally dimalam inisiasi.

Posisi Runner diberikan pada Thomas setelah salah satu Runner yang bernama Ben disengat oleh makhluk bernama Griever yang hidup di dalam Maze. Kondisi Ben memburuk dan warga koloni memaksanya untuk masuk ke dalam labirin. Otomatis posisi Runner yang semula diisi oleh 2 orang kosong. Padahal Runner sendiri cukup vital karena merekalah satu-satunya orang yang pernah melihat semua bagian dalam labirin. Minho, salah satu Runner yang bertahan mengajak Alby untuk melihat kondisi Ben di dalam labirin, ternyata mengalami serangan. Alby disengat oleh Griever dan nyawa mereka terancam. Sampai Thomas memaksa masuk ke dalam labirin dan menyelamatkan mereka berdua. Tidak hanya itu saja, Thomas berhasil membunuh salah satu griever dan mendapatkan sebuah benda aneh.

Benda itulah yang belakangan diketahui sebagai sebuah kunci dari sebuah pintu keluar dari labirin.

Suatu hari koloni kedatangan seorang pendatang baru. Kali ini adalah seorang gadis bernama Teresa. Ini baru pertama kali seorang gadis didatangkan ke koloni. Ditangan Teresa terdapat sebuah catatan kalau dia adalah orang terakhir yang akan di kirim ke koloni. Apa maksudnya?

Semua orang di koloni mencari jawaban dari misteri yang membuat mereka penasaran. Siapakah mereka? siapakah orang-orang yang tega mengirimkan mereka ke tempat itu? Untuk tujuan apa?

Dan rasa penasaran mereka pun akhirnya terjawab. Setelah organisasi yang menyebut dirinya sebagai WCKD alias Wicked mengirimkan sepasukan griever untuk menghancurkan koloni, Thomas dan beberapa teman termasuk Teresa nekat masuk ke dalam Maze dan mencari pintu keluar. Setelah berjuang mati-matian, akhirnya Thomas berhasil keluar dari labirin melalui sebuah pintu yang membawa mereka ke dalam inti dari Wicked.

Ternyata Wicked adalah sebuah organisasi yang sedang meneliti sebuah virus yang menyerang manusia setelah matahari membakar bumi. Dipimpin oleh Ava Paige, wicked mencari pemuda-pemuda tangguh yang nantinya akan diteliti aktifitas otaknya demi menemukan serum penyembuh dari virus yang memang menyerang otak itu.

Film diakhiri dengan adegan helikopter yang menjemput Thomas dan beberapa temannya yang berhasil selamat keluar dari markas Wicked. Dan kemudian, kita harus menanti film keduanya.

Shit! lagi-lagi.

Memang sih, film ini berdasarkan dari buku trilogy, yang tentu saja jika film yang satu dibuat, masih akan ada lagi kelak (kalo yang ini sukses). Seperti Hunger Games yang sudah sampai ke film ketiga yang akan tayang tahun ini, Maze Runner juga pasti akan dilanjutkan dengan film berikutnya. Tapi seperti yang saya bilang di awal, kalau saya mungkin sudah mulai agak bosan dengan jenis film seperti ini. Tapi kadang mau nggak mau ya harus nonton juga karena udah “kebacut” nonton yang pertama.

Filmnya sih lumayan, nggak bagus-bagus banget. Cukup menghibur. Nggak terlalu bikin saya kecewa, tapi bisa bikin saya bilang

“meneh-meneh film koyo ngene…”